Pages

Rabu, 01 September 2010

INDONESIA DAN MALAYSIA TETAPLAH BERSAHABAT

Masya Allah... saat ini Indonesia dan Malaysia sedang memanas. Maksud Putri ni sedang terjadi kerenggangan ikatan persahabatan antar kedua negara. Masalahnya apa??? Kenapa Indonesia dan Malaysia yang sejak dulu telah bersahabat harus menerima kenyataan pahit ini??? Apa jadinya kalau Indonesia dan Malaysia berperang??? Udah ah, jangan terlalu banyak tanya lagi. Putri akan jelaskan pada kalian semua. Tapi, ingat! Putri adalah orang yang cinta damai, jadi Putri akan netral kepada kedua negara ini. Rasanya kesel banget, pengen deh menyatukan Indonesia dan Malaysia lagi, walaupun rasanya kejauhan ya untuk seorang pelajar lugu seperti Putri, hikss... Ya sudahlah, Putri akan menyatukan kedua negara hanya lewat blog aja ya... Oke, Indonesia.. Malaysia... Please, don't be hostile!!! >o<

INDONESIA DAN MALAYSIA SAAT INI

Indonesia dan Malaysia kembali memanas. Dua bangsa satu rumpun Melayu yang keduanya sama-sama negeri Muslim ini seringkali mengalami kerenggangan hubungan. Kali ini permasalahan disulut karena penangkapan petugas DKP oleh kepolisan diraja Malaysia beberapa waktu lalu, kemudian terungkapnya data ancaman hukuman mati terhadap 345 WNI di Malaysia. Juga perselisihan batas wilayah yang tidak kunjung selesai.

Tak pelak hal ini membuat berang sebagian masyarakat Indonesia. Bahkan kemarin sampai ada yang menggelar aksi demo dengan melempar Tinja ke kedubes Malaysia. Ada pula yang menyatakan dukungan untuk menyatakan perang terhadap malaysia dengan semboyan "ganyang Malingsia".

Sementara itu pihak malaysia melalui Menlu Malaysia Datuk Seri Anifah, mengancam akan mengeluarkan travel advisory (saran perjalanan yang mengimbau warganya tidak terbang ke Indonesia). Mediamedia Malaysia membeberkan kalau pemerintah di sana mulai kehabisan kesabaran terkait aksi demontrasi di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Tidak sedikit terdengar selentingan-selentingan warga yang menghujat dan ingin sekali “adu jotos” dengan negara yang berbahasa melayu itu. Tari pendet, angklung, keris, reog Ponorogo, kain batik, lagu kebangsaan sampai masalah kedaulatan ambalat adalah juga sebagai pemicu perseteruan kedua negara selama ini.

MUSLIM ADALAH SAUDARA

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Malaysia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Allah SWT mengisyaratkan bahwa setiap mukmin adalah saudara, sebagaimana dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat" [QS. Al-Hujurat: 10]

Walaupun realitasnya kita hidup bersuku-suku maupun berbangsa-bangsa, berbeda bahasa dan warna kulit, tidak dibenarkan untuk saling mengunggulkan, bahkan saling berperang satu dengan yang lainnya atas dasar ashabiyah. Karena yang membedakan antara kita hanyalah Iman dan taqwanya, bukan ras, suku, bangsa atau yang lainnya. Allah SWT telah memperingatkan:

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." [Al-Hujurat : 13]

Rasulullah SAW juga melarang keras sikap ashabiyah (Nasionalisme dan tribalisme) seperti itu, sebagaimana yang tercermin dalam sabdanya: “Bukan termasuk Ummatku orang yang m engajak pada Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah.“(HR.Abu Dawud).


INDONESIA MALAYSIA DUDUKLAH BERSAMA


Penyelesaian dengan cara duduk bersama antara kedua belah pihak untuk mencari solusi tanpa harus menggunakan bahasa kekerasan adalah jalan terbaik. Apalagi kedua negara sama-sama mempunyai kepentingan ekonomi, salah satunya adalah ratusan ribu TKI yang tengah mengadu nasib di Malaysia. Begitu pun Malaysia terhadap Indonesia yang juga membutuhkan TKI. Maka dapat dipastikan kerugian besar akan terjadi jika perang tidak terhindarkan.

Konflik yang berkepanjangan selama ini perlu juga untuk di cermati. Penting dicatat, sejarahnya Malaysia murupakan negara persemakmuran Inggris, sedangkan Indonesia dengan tidak usah ada “tedeng aling-aling” memang merupakan negara “ekor Amerika”. Jangan biarkan negara-negara barat tersebut menggunakan kesempatan dalam kesempitan sebagai legalitas mereka untuk melakukan intervensi melalui Dewan PBB dengan dalih sebagai daerah konflik.

Jangan masuk kelubang buaya untuk kedua kali, Menurut sejahrawan, Operasi Dwikora Pada 1964 (penyerangan di semenanjung malaya) adalah kebodohan dan keangkuhan para Sultan di Malaysia dan Bung Karno. Mereka termakan oleh provokasi Amerika dan sekutunya. Gara-gara operasi itu, kedua negara jadi bergantung pada mereka terutama secara militer dan ekonomi. Alhasil, Pada akhirnya Malaysia dan Indonesia harus mengalami penjajahan gaya baru karena sikap tidak saling menghargai antara saudara serumpun.

Karena itu, stoplah sikap saling mengklaim dan juga bentuk-bentuk ketidak adilan lainnya. Jangan terjebak pada konfrontasi. Sebagai contoh, untuk masalah TKI, apabila terbukti bersalah memang sudah sepantasnya dihukum,yang perlu dilakukan oleh pemerintah RI adalah bagaimana meningkatkan kwalitas TKI dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih baik. Begitu pula dengan oknum dari Malaysia, apabila bersalah juga harus di adili . Dinginkan suasana, hati-hati dengan provokasi.

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian saksi yang adil karena Allah. Dan janganlah kebencian kamu terhadap satu kaum menyebabkan kamu berbuat tidak adil. Berbuat adillah, karena perbuatan adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kalian sesungguhnya Allah itu Maha Tahu dengan apa yang kalian lakukan.” (Al-Maidah: 8)

Waspadalah, musuh-musuh Islam akan bertepuk tangan atas segala perseteruan yang terjadi. Kita harus waspada dengan politik "devide et impera" yang dilancarkan oleh pihak lain. Mereka sadar betul jika Islam bersatu, maka Islam akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa baik secara geopolitik maupun secara geoekonomi. Itu berarti penjajahan mereka akan berakhir.

Sudah semestinya Indonesi dan Malaysia bersahabat. Bersatu dalam ikatan akidah Islam. Dalam naungan Khilafah, menjadi negara besar, kuat, bermartabat dan yang terpenting mendapatkan ridho-Nya. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Mungkin banyak Rakyat Indonesia yang geram akibat ulah semena-mena Malaysia akhir-akhir ini. Selain suka mengklaim apa yang dimiliki Indonesia seperti mengklaim reog ponorogo yang jelas-jelas merupakan kebudayaan asli Indonesia, Malaysia juga telah semena-mena pada TKI dan menganggap Lautan Ambalat merupakan miliknya. Tapi, tak perlu sampai mengajak perang. Melecehkan Malaysia dengan menginjak-injak dan membakar bendera Malaysia. Ingat, kita masih bersaudara dengan Malaysia. Kita serumpun! Bahkan banyak kesamaan Indonesia dengan Malaysia. Lalu, kenapa kita musti memutuskan hubungan persaudaraan tersebut. Kita tak mau dianggap sebagai bangsa yang lemah oke. Tapi kita sebagai bangsa Indonesia juga gak boleh semena-mena seperti itu. Duduk bersama, menyelesaikan permasalahan secara bijak serta saling toleransi adalah kuncinya. Ingat, kunci untuk menyelesaikan permasalahan ini bukan dengan jalan perang!


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber : Eramuslim.com dengan pengubahan

Sabtu, 14 Agustus 2010

Tips Menahan Nafsu Dalam Berpuasa

Hayoooo semuaaa sekarang udah memasuki bulan puasa nih! Yang muslim, Putri ingin tanya pada puasa gak nih? Kalau enggak, malu dong! Sudah gede gak puasa kalah sama anak kecil, ehe... Okelah, kalau buat yang muslimah gak puasa pasti ada alasan tertentu seperti mendapatkan haid. Tapi, jangan lupa hutang puasanya dibayar setelah bulan ramadhan ya ^_^
Kalau kalian semua banyak yang beralasan gak kuat, jangan menyerah dulu deh! Nih, sebagai obat penyembuhnya *memangnya lagi sakit?* Putri akan memberi beberapa tips agar bisa menahan nafsu dalam berpuasa. 100% pikiran dari Putri sendiri loh! Maksud nafsu di sini bukan hanya nafsu makan dan minum melainkan juga nafsu emosi, nafsu berbohong, nafsu pandangan dan sebagainya. Okelah dari pada banyak bacot terus gak selesai-selesai, mari kita lanjut! Yooossss...

Tips Menahan Nafsu Dalam Berpuasa :

1. Jangan coba-coba melihat orang lain yang sedang makan, karena bisa saja nanti kamu ngiler hehe... kalo udah kayak gitu musti hati-hati nih! Nafsu menguasaimu Wahai Sobat!

2. Lakukanlah kegiatan asyik yang positif agar puasa kamu gak terasa, tapi jangan kegiatan yang bikin capek y, ntar haus lagi...

3. Kalau memang tidak tahan, jangan buka kulkas sebelum waktunya berbuka. Biasanya di dalam kulkas kan banyak terdapat makanan maupun minuman, ini adalah area terlarang untuk orang berpuasa yang gampang ngiler termasuk dapur.

4. Nah, kalau yang tadi itu soal makanan dan minuman sekarang soal emosi. Jika ada anak bandel atau orang yang memarahi maupun mengejek dirimu, cobalah untuk diam dan atur nafasmu dengan baik. Berulang kali, dan dalam hati mengucap "astagfirullah'alazim..." berulang kali juga. Insya Allah emosimu dapat terkendalikan dan kamu selamat dari lubang dosa, hehe...

5. Banyaklah berzikir, berta'darus, laksanakan ibadah wajib dengan tepat dan puasakan mulut kita dari perkataan ghibah, keji, dan semacamnya. Kalau kita banyak beribadah, Insya Allah nafsu maupun godaan gak bakal mempan deh!

6. Kalau kamu mau menonton TV untuk hiburan tidak masalah teman. Tapi sebaiknya tonton acara yang baik, kalo misalkan kamu nonton gosip, sinetron gak jelas maupun film abstrak lainnya *memangnya lukisan?* itu hanya akan membuat kamu semakin berperang dengan nafsu.

Hnnn...segini aja deh gak tahu musti apa lagi...Terima kasih sudah membaca oya ingat! Kalau kamu berpuasa tapi masih buat dosa juga di bulan yang suci ini, bukan berarti puasa kamu batal. Melainkan gak dapat pahala malah dosa. Wkwkwk kalau udah  gitu sia-sia aja dunk berpuasa dan shalat tarawih semalam suntuk! Makanya guys jangan sia-siakan bulan ramadhan ini ya. Jadikan bulan ramadhan sebagai lahan kita memupuk amal dan membuahkan pahala =)

Jangan lupa comment-nya ya. Itu akan sangat berarti bagi Putri, ehe... =p

Sabtu, 07 Agustus 2010

BEREKSPRESI? SIAPA TAKUT?

Haloooo semuaaaaa!!! Assalamu’alaikum untuk yang muslim dan haiiiii untuk yang non muslim. 
Putri kembali dengan tulisan terbaru, setelah sibuk bersurvey ria sambil mencuri sedikit waktu dari rutinitas sekolah, Putri pun akhirnya kembali ke blog dengan penjelasan baru yang rada comel karena memang pastinya ni tulisan gak sempurna. :p
Tapi, setidaknya ada hikmah yang terkandung di dalamnya sehingga bisa memacu kita untuk kembali memperbaiki diri, okay let’s go!!!


Baiklah friends, kali ini Putri akan membahas masalah berekspresi untuk remaja yang benar. Zaman sekarang, berekspresi itu perlu lagee. Dengan memanfaatkan keadaan dan peralatan yang ada, kita bisa mengemukakan pendapat kita, baik secara tertutup (masak berekspresi tertutup???) dan terbuka (jelas!).
Kita berekspresi biasanya untuk menyampaikan ide-ide kita, gagasan mau pun tanggapan sebisa kemampuan kita. Bisa juga dengan cara unjuk gigi mengobarkan semangat di atas panggung atau podium sambil berkoar-koar menyerukan kebenaran. Nah, langsung aja ya...capek nih nulisnya...*dilempar kulit pisang oleh pembaca*


Berekspresi? Apaan tuh?!


Yaw, baiklah saatnya kita memulai dengan mengetahui dahulu apa itu berekspresi??? Masak sih mau bahas sesuatu tapi makna yang akan dibahas gak tahu apa...wew, buntung dunk! Well, berekspresi bisa diartikan unjuk kebolehan mau pun bakat serta semangat. Biasanya orang berekspresi dengan cara memberi pendapat, mengkritik, berceramah di muka umum, menyampaikan kebenaran mau pun berdendang ria unjuk kebolehan vokal kita. Berekspresi bisa kita lakukan lewat media, apa pun itu baik cetak, elektronik dan lain-lain. Bisa juga secara langsung di muka umum seperti contohnya para ustad dan ustazah yang berceramah dengan semangat syahid menyerukan kebenaran di tempat-tempat seperti mesjid. Ada pula para pendemo yang menyerukan hak-hak yang tertindas dan berusaha mencari keadilan dari pemerintah. Ini merupakan kegiatan berekspresi secara langsung dan terbuka. Kalo lewat media cetak yang gimana sih?! Nah, kalo untuk yang satu ini, biasanya nih setahu Putri ya! Orang menyampaikan ekspresinya lewat tulisan, seperti wartawan yang menyampaikan ekspresi dari apa yang ditelitinya lewat tulisan. Lalu, misalnya anak-anak yang menulis puisi dan dimuat di majalah. Ada pula para komponis yang mengekspresikan sesuatu lewat syair mau pun lagu.
Nah, dah tahu kan ya berekspresi itu yang bagaimana? Kalo menurut sepengetahuan Putri sih seperti ini, kalo rada melenceng...sorry ye hehe...:p


Berekspresi boleh-boleh aja


Siapa bilang kita yang masih remaja yang dianggap tukang bikin rusuh gak boleh berekspresi? Orang mana tuh yang bilang, biar Putri kasih tahu! Wkwkwk bercanda ding! Hei, remaja sini dong dengerin penjelasan Putri dulu, mulut udah gak tahan pingin berkoar ria nih, hehe...
Well, mungkin menurut orang-orang yang lebih tua dari kita. Para remaja tuh sama sekali enggak baik. Tukang bikin rusuh, sok tahu, caper, manja, sok hebat...walah, masak sih semua kayak gitu? Putri sih gak setuju juga. Okay, Guys! Kita para remaja juga boleh kok berekspresi. Lihat aja, ada anak SD yang sudah pandai menciptakan sesuatu dan dilombakan dalam ajang kreativitas anak-anak tingkat nasional mau pun internasional, wow! Itu artinya mereka udah berekspresi, menyalurkan bakatnya secara baik. Alhamdulillah! 

Nah, kita juga bisa berekspresi, gak hanya orang dewasa aja. Lihat aja, banyak remaja indonesia yang telah sukses berekspresi seperti para penulis yang giat menulis novel atau tulisan lainnya, para murid SMA yang telah menciptakan obat untuk suatu penyakit dengan hanya memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia, ada Da’i cilik yang dengan mantapnya membius para jama’ah karena ceramahnya yang benar-benar memukau. O yeah, ternyata kita juga bisa berekspresi ria. So, jangan malu-malu untuk menyampaikan pendapat karena itu juga bagian dari ekspresi. Kalo berdiskusi gak usah malu untuk bertanya, memberi tanggapan mau pun masukan. Kita harus menjadi penerus bangsa yang proaktif! Tentunya dalam hal kebaikan. Generasi mudanya oke, Insya Allah kedepan negaranya pun ikut oke juga.


 Hati-hati kebablasan!!!

Nah, ini nih yang kudu diperhatikan secara rinci! Maksudnya apa sih kebablasan? Mau tahu? Bener nih mau tahu? Siap gak mendengarnya? Betul??? Iya gak sih???!!!! *dilempar granat oleh pembaca* Eekkhhh jangan ngelempar geranat!!! Iya deh aku kasih tahu...-_-!
Maksud judul yang satu ini adalah peringatan untuk kita dalam berekspresi. Gak asal siuuuunnngggg ekh kecemplung sumur! Pastinya dalam setiap hal pasti selalu ada batasannya. Termasuk dalam berekspresi. Kita musti benar-benar perhatikan secara rinci setiap peraturan yang ada. Baik secara tertulis mau pun tidak tertulis. Baik dalam segi agama mau pun dalam segi budaya masyarakat. Boleh kok berekspresi, tapi tentunya kita juga musti memperhatikan batasan yang ada. Misal ni untuk yang islam ya...tahu kan penyanyi dangdut yang selalu berjoget ria di atas panggung. Berjoget terus bahkan kadang sampai terlihat seronok dipandangan masyarakat. Menyanyi itu juga bagian dari berekspresi. Siapa bilang menyanyi gak boleh? Boleh kok! Tapi ya gitu deh pasti ada batasannya. Dalam islam gak dibenarkan berjoget di muka umum. Apalagi sampai seronok begitu disertai dengan pakaian yang menyerupai pakaian wanita kafir *pakaian sexy gitu loh!* Jelas dalam islam ini sangat dilarang dan HARAM! *Waw, hati-hati deh kalo mau ngikutin jejaknya sipenyanyi dangdut yang gayanya gak bener!*
Nah, setidaknya dalam berekspresi kita gak melupakan aturan dan norma-norma yang ada serta gak membuang begitu aja syari’at islam ke tong sampah yang bau-nya ngalahin kamar mandi yang gak dibersihin selama ribuan tahun. *hyperbola mode on*
So, mau berekspresi yang gimana nih? Yang bakalan bisa ngasih tiket ke surga atau malah pilih paket pesanan tiket ke neraka? Pilih aja sendiri tapi tanggunglah akibatnya! Jangan lupa dalam berekspresi juga musti tanggung jawab ya galz!!!



Oke, kelihatannya hanya ini yang bisa Putri sampaikan. Gak tahu musti nulis apa lagi. Soalnya survey-nya rada-rada sembrawut gitu, maklum banyak tugas. *pembaca : orang sok penting!*
Akh, memang ane banyak tugas kok! Tugas sekolah, tugas rumah dan lain-lain. Jadinya waktu untuk lebih mengamati keadaan sekitar Cuma secuil jatahnya. Oke lah, Putri malas adu bacot gak penting bisa-bisa mulut ini berbusa, wew! Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat untuk kalian semua!!! Wassalamu’alaikum dan sampai jumpa!









Note : Jangan lupa comment-nya ya teman... :p *dilempar lampu templok*

Rabu, 01 September 2010

INDONESIA DAN MALAYSIA TETAPLAH BERSAHABAT

Masya Allah... saat ini Indonesia dan Malaysia sedang memanas. Maksud Putri ni sedang terjadi kerenggangan ikatan persahabatan antar kedua negara. Masalahnya apa??? Kenapa Indonesia dan Malaysia yang sejak dulu telah bersahabat harus menerima kenyataan pahit ini??? Apa jadinya kalau Indonesia dan Malaysia berperang??? Udah ah, jangan terlalu banyak tanya lagi. Putri akan jelaskan pada kalian semua. Tapi, ingat! Putri adalah orang yang cinta damai, jadi Putri akan netral kepada kedua negara ini. Rasanya kesel banget, pengen deh menyatukan Indonesia dan Malaysia lagi, walaupun rasanya kejauhan ya untuk seorang pelajar lugu seperti Putri, hikss... Ya sudahlah, Putri akan menyatukan kedua negara hanya lewat blog aja ya... Oke, Indonesia.. Malaysia... Please, don't be hostile!!! >o<

INDONESIA DAN MALAYSIA SAAT INI

Indonesia dan Malaysia kembali memanas. Dua bangsa satu rumpun Melayu yang keduanya sama-sama negeri Muslim ini seringkali mengalami kerenggangan hubungan. Kali ini permasalahan disulut karena penangkapan petugas DKP oleh kepolisan diraja Malaysia beberapa waktu lalu, kemudian terungkapnya data ancaman hukuman mati terhadap 345 WNI di Malaysia. Juga perselisihan batas wilayah yang tidak kunjung selesai.

Tak pelak hal ini membuat berang sebagian masyarakat Indonesia. Bahkan kemarin sampai ada yang menggelar aksi demo dengan melempar Tinja ke kedubes Malaysia. Ada pula yang menyatakan dukungan untuk menyatakan perang terhadap malaysia dengan semboyan "ganyang Malingsia".

Sementara itu pihak malaysia melalui Menlu Malaysia Datuk Seri Anifah, mengancam akan mengeluarkan travel advisory (saran perjalanan yang mengimbau warganya tidak terbang ke Indonesia). Mediamedia Malaysia membeberkan kalau pemerintah di sana mulai kehabisan kesabaran terkait aksi demontrasi di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Tidak sedikit terdengar selentingan-selentingan warga yang menghujat dan ingin sekali “adu jotos” dengan negara yang berbahasa melayu itu. Tari pendet, angklung, keris, reog Ponorogo, kain batik, lagu kebangsaan sampai masalah kedaulatan ambalat adalah juga sebagai pemicu perseteruan kedua negara selama ini.

MUSLIM ADALAH SAUDARA

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Malaysia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Allah SWT mengisyaratkan bahwa setiap mukmin adalah saudara, sebagaimana dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat" [QS. Al-Hujurat: 10]

Walaupun realitasnya kita hidup bersuku-suku maupun berbangsa-bangsa, berbeda bahasa dan warna kulit, tidak dibenarkan untuk saling mengunggulkan, bahkan saling berperang satu dengan yang lainnya atas dasar ashabiyah. Karena yang membedakan antara kita hanyalah Iman dan taqwanya, bukan ras, suku, bangsa atau yang lainnya. Allah SWT telah memperingatkan:

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." [Al-Hujurat : 13]

Rasulullah SAW juga melarang keras sikap ashabiyah (Nasionalisme dan tribalisme) seperti itu, sebagaimana yang tercermin dalam sabdanya: “Bukan termasuk Ummatku orang yang m engajak pada Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah.“(HR.Abu Dawud).


INDONESIA MALAYSIA DUDUKLAH BERSAMA


Penyelesaian dengan cara duduk bersama antara kedua belah pihak untuk mencari solusi tanpa harus menggunakan bahasa kekerasan adalah jalan terbaik. Apalagi kedua negara sama-sama mempunyai kepentingan ekonomi, salah satunya adalah ratusan ribu TKI yang tengah mengadu nasib di Malaysia. Begitu pun Malaysia terhadap Indonesia yang juga membutuhkan TKI. Maka dapat dipastikan kerugian besar akan terjadi jika perang tidak terhindarkan.

Konflik yang berkepanjangan selama ini perlu juga untuk di cermati. Penting dicatat, sejarahnya Malaysia murupakan negara persemakmuran Inggris, sedangkan Indonesia dengan tidak usah ada “tedeng aling-aling” memang merupakan negara “ekor Amerika”. Jangan biarkan negara-negara barat tersebut menggunakan kesempatan dalam kesempitan sebagai legalitas mereka untuk melakukan intervensi melalui Dewan PBB dengan dalih sebagai daerah konflik.

Jangan masuk kelubang buaya untuk kedua kali, Menurut sejahrawan, Operasi Dwikora Pada 1964 (penyerangan di semenanjung malaya) adalah kebodohan dan keangkuhan para Sultan di Malaysia dan Bung Karno. Mereka termakan oleh provokasi Amerika dan sekutunya. Gara-gara operasi itu, kedua negara jadi bergantung pada mereka terutama secara militer dan ekonomi. Alhasil, Pada akhirnya Malaysia dan Indonesia harus mengalami penjajahan gaya baru karena sikap tidak saling menghargai antara saudara serumpun.

Karena itu, stoplah sikap saling mengklaim dan juga bentuk-bentuk ketidak adilan lainnya. Jangan terjebak pada konfrontasi. Sebagai contoh, untuk masalah TKI, apabila terbukti bersalah memang sudah sepantasnya dihukum,yang perlu dilakukan oleh pemerintah RI adalah bagaimana meningkatkan kwalitas TKI dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih baik. Begitu pula dengan oknum dari Malaysia, apabila bersalah juga harus di adili . Dinginkan suasana, hati-hati dengan provokasi.

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian saksi yang adil karena Allah. Dan janganlah kebencian kamu terhadap satu kaum menyebabkan kamu berbuat tidak adil. Berbuat adillah, karena perbuatan adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kalian sesungguhnya Allah itu Maha Tahu dengan apa yang kalian lakukan.” (Al-Maidah: 8)

Waspadalah, musuh-musuh Islam akan bertepuk tangan atas segala perseteruan yang terjadi. Kita harus waspada dengan politik "devide et impera" yang dilancarkan oleh pihak lain. Mereka sadar betul jika Islam bersatu, maka Islam akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa baik secara geopolitik maupun secara geoekonomi. Itu berarti penjajahan mereka akan berakhir.

Sudah semestinya Indonesi dan Malaysia bersahabat. Bersatu dalam ikatan akidah Islam. Dalam naungan Khilafah, menjadi negara besar, kuat, bermartabat dan yang terpenting mendapatkan ridho-Nya. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Mungkin banyak Rakyat Indonesia yang geram akibat ulah semena-mena Malaysia akhir-akhir ini. Selain suka mengklaim apa yang dimiliki Indonesia seperti mengklaim reog ponorogo yang jelas-jelas merupakan kebudayaan asli Indonesia, Malaysia juga telah semena-mena pada TKI dan menganggap Lautan Ambalat merupakan miliknya. Tapi, tak perlu sampai mengajak perang. Melecehkan Malaysia dengan menginjak-injak dan membakar bendera Malaysia. Ingat, kita masih bersaudara dengan Malaysia. Kita serumpun! Bahkan banyak kesamaan Indonesia dengan Malaysia. Lalu, kenapa kita musti memutuskan hubungan persaudaraan tersebut. Kita tak mau dianggap sebagai bangsa yang lemah oke. Tapi kita sebagai bangsa Indonesia juga gak boleh semena-mena seperti itu. Duduk bersama, menyelesaikan permasalahan secara bijak serta saling toleransi adalah kuncinya. Ingat, kunci untuk menyelesaikan permasalahan ini bukan dengan jalan perang!


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber : Eramuslim.com dengan pengubahan

Sabtu, 14 Agustus 2010

Tips Menahan Nafsu Dalam Berpuasa

Hayoooo semuaaa sekarang udah memasuki bulan puasa nih! Yang muslim, Putri ingin tanya pada puasa gak nih? Kalau enggak, malu dong! Sudah gede gak puasa kalah sama anak kecil, ehe... Okelah, kalau buat yang muslimah gak puasa pasti ada alasan tertentu seperti mendapatkan haid. Tapi, jangan lupa hutang puasanya dibayar setelah bulan ramadhan ya ^_^
Kalau kalian semua banyak yang beralasan gak kuat, jangan menyerah dulu deh! Nih, sebagai obat penyembuhnya *memangnya lagi sakit?* Putri akan memberi beberapa tips agar bisa menahan nafsu dalam berpuasa. 100% pikiran dari Putri sendiri loh! Maksud nafsu di sini bukan hanya nafsu makan dan minum melainkan juga nafsu emosi, nafsu berbohong, nafsu pandangan dan sebagainya. Okelah dari pada banyak bacot terus gak selesai-selesai, mari kita lanjut! Yooossss...

Tips Menahan Nafsu Dalam Berpuasa :

1. Jangan coba-coba melihat orang lain yang sedang makan, karena bisa saja nanti kamu ngiler hehe... kalo udah kayak gitu musti hati-hati nih! Nafsu menguasaimu Wahai Sobat!

2. Lakukanlah kegiatan asyik yang positif agar puasa kamu gak terasa, tapi jangan kegiatan yang bikin capek y, ntar haus lagi...

3. Kalau memang tidak tahan, jangan buka kulkas sebelum waktunya berbuka. Biasanya di dalam kulkas kan banyak terdapat makanan maupun minuman, ini adalah area terlarang untuk orang berpuasa yang gampang ngiler termasuk dapur.

4. Nah, kalau yang tadi itu soal makanan dan minuman sekarang soal emosi. Jika ada anak bandel atau orang yang memarahi maupun mengejek dirimu, cobalah untuk diam dan atur nafasmu dengan baik. Berulang kali, dan dalam hati mengucap "astagfirullah'alazim..." berulang kali juga. Insya Allah emosimu dapat terkendalikan dan kamu selamat dari lubang dosa, hehe...

5. Banyaklah berzikir, berta'darus, laksanakan ibadah wajib dengan tepat dan puasakan mulut kita dari perkataan ghibah, keji, dan semacamnya. Kalau kita banyak beribadah, Insya Allah nafsu maupun godaan gak bakal mempan deh!

6. Kalau kamu mau menonton TV untuk hiburan tidak masalah teman. Tapi sebaiknya tonton acara yang baik, kalo misalkan kamu nonton gosip, sinetron gak jelas maupun film abstrak lainnya *memangnya lukisan?* itu hanya akan membuat kamu semakin berperang dengan nafsu.

Hnnn...segini aja deh gak tahu musti apa lagi...Terima kasih sudah membaca oya ingat! Kalau kamu berpuasa tapi masih buat dosa juga di bulan yang suci ini, bukan berarti puasa kamu batal. Melainkan gak dapat pahala malah dosa. Wkwkwk kalau udah  gitu sia-sia aja dunk berpuasa dan shalat tarawih semalam suntuk! Makanya guys jangan sia-siakan bulan ramadhan ini ya. Jadikan bulan ramadhan sebagai lahan kita memupuk amal dan membuahkan pahala =)

Jangan lupa comment-nya ya. Itu akan sangat berarti bagi Putri, ehe... =p

Sabtu, 07 Agustus 2010

BEREKSPRESI? SIAPA TAKUT?

Haloooo semuaaaaa!!! Assalamu’alaikum untuk yang muslim dan haiiiii untuk yang non muslim. 
Putri kembali dengan tulisan terbaru, setelah sibuk bersurvey ria sambil mencuri sedikit waktu dari rutinitas sekolah, Putri pun akhirnya kembali ke blog dengan penjelasan baru yang rada comel karena memang pastinya ni tulisan gak sempurna. :p
Tapi, setidaknya ada hikmah yang terkandung di dalamnya sehingga bisa memacu kita untuk kembali memperbaiki diri, okay let’s go!!!


Baiklah friends, kali ini Putri akan membahas masalah berekspresi untuk remaja yang benar. Zaman sekarang, berekspresi itu perlu lagee. Dengan memanfaatkan keadaan dan peralatan yang ada, kita bisa mengemukakan pendapat kita, baik secara tertutup (masak berekspresi tertutup???) dan terbuka (jelas!).
Kita berekspresi biasanya untuk menyampaikan ide-ide kita, gagasan mau pun tanggapan sebisa kemampuan kita. Bisa juga dengan cara unjuk gigi mengobarkan semangat di atas panggung atau podium sambil berkoar-koar menyerukan kebenaran. Nah, langsung aja ya...capek nih nulisnya...*dilempar kulit pisang oleh pembaca*


Berekspresi? Apaan tuh?!


Yaw, baiklah saatnya kita memulai dengan mengetahui dahulu apa itu berekspresi??? Masak sih mau bahas sesuatu tapi makna yang akan dibahas gak tahu apa...wew, buntung dunk! Well, berekspresi bisa diartikan unjuk kebolehan mau pun bakat serta semangat. Biasanya orang berekspresi dengan cara memberi pendapat, mengkritik, berceramah di muka umum, menyampaikan kebenaran mau pun berdendang ria unjuk kebolehan vokal kita. Berekspresi bisa kita lakukan lewat media, apa pun itu baik cetak, elektronik dan lain-lain. Bisa juga secara langsung di muka umum seperti contohnya para ustad dan ustazah yang berceramah dengan semangat syahid menyerukan kebenaran di tempat-tempat seperti mesjid. Ada pula para pendemo yang menyerukan hak-hak yang tertindas dan berusaha mencari keadilan dari pemerintah. Ini merupakan kegiatan berekspresi secara langsung dan terbuka. Kalo lewat media cetak yang gimana sih?! Nah, kalo untuk yang satu ini, biasanya nih setahu Putri ya! Orang menyampaikan ekspresinya lewat tulisan, seperti wartawan yang menyampaikan ekspresi dari apa yang ditelitinya lewat tulisan. Lalu, misalnya anak-anak yang menulis puisi dan dimuat di majalah. Ada pula para komponis yang mengekspresikan sesuatu lewat syair mau pun lagu.
Nah, dah tahu kan ya berekspresi itu yang bagaimana? Kalo menurut sepengetahuan Putri sih seperti ini, kalo rada melenceng...sorry ye hehe...:p


Berekspresi boleh-boleh aja


Siapa bilang kita yang masih remaja yang dianggap tukang bikin rusuh gak boleh berekspresi? Orang mana tuh yang bilang, biar Putri kasih tahu! Wkwkwk bercanda ding! Hei, remaja sini dong dengerin penjelasan Putri dulu, mulut udah gak tahan pingin berkoar ria nih, hehe...
Well, mungkin menurut orang-orang yang lebih tua dari kita. Para remaja tuh sama sekali enggak baik. Tukang bikin rusuh, sok tahu, caper, manja, sok hebat...walah, masak sih semua kayak gitu? Putri sih gak setuju juga. Okay, Guys! Kita para remaja juga boleh kok berekspresi. Lihat aja, ada anak SD yang sudah pandai menciptakan sesuatu dan dilombakan dalam ajang kreativitas anak-anak tingkat nasional mau pun internasional, wow! Itu artinya mereka udah berekspresi, menyalurkan bakatnya secara baik. Alhamdulillah! 

Nah, kita juga bisa berekspresi, gak hanya orang dewasa aja. Lihat aja, banyak remaja indonesia yang telah sukses berekspresi seperti para penulis yang giat menulis novel atau tulisan lainnya, para murid SMA yang telah menciptakan obat untuk suatu penyakit dengan hanya memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia, ada Da’i cilik yang dengan mantapnya membius para jama’ah karena ceramahnya yang benar-benar memukau. O yeah, ternyata kita juga bisa berekspresi ria. So, jangan malu-malu untuk menyampaikan pendapat karena itu juga bagian dari ekspresi. Kalo berdiskusi gak usah malu untuk bertanya, memberi tanggapan mau pun masukan. Kita harus menjadi penerus bangsa yang proaktif! Tentunya dalam hal kebaikan. Generasi mudanya oke, Insya Allah kedepan negaranya pun ikut oke juga.


 Hati-hati kebablasan!!!

Nah, ini nih yang kudu diperhatikan secara rinci! Maksudnya apa sih kebablasan? Mau tahu? Bener nih mau tahu? Siap gak mendengarnya? Betul??? Iya gak sih???!!!! *dilempar granat oleh pembaca* Eekkhhh jangan ngelempar geranat!!! Iya deh aku kasih tahu...-_-!
Maksud judul yang satu ini adalah peringatan untuk kita dalam berekspresi. Gak asal siuuuunnngggg ekh kecemplung sumur! Pastinya dalam setiap hal pasti selalu ada batasannya. Termasuk dalam berekspresi. Kita musti benar-benar perhatikan secara rinci setiap peraturan yang ada. Baik secara tertulis mau pun tidak tertulis. Baik dalam segi agama mau pun dalam segi budaya masyarakat. Boleh kok berekspresi, tapi tentunya kita juga musti memperhatikan batasan yang ada. Misal ni untuk yang islam ya...tahu kan penyanyi dangdut yang selalu berjoget ria di atas panggung. Berjoget terus bahkan kadang sampai terlihat seronok dipandangan masyarakat. Menyanyi itu juga bagian dari berekspresi. Siapa bilang menyanyi gak boleh? Boleh kok! Tapi ya gitu deh pasti ada batasannya. Dalam islam gak dibenarkan berjoget di muka umum. Apalagi sampai seronok begitu disertai dengan pakaian yang menyerupai pakaian wanita kafir *pakaian sexy gitu loh!* Jelas dalam islam ini sangat dilarang dan HARAM! *Waw, hati-hati deh kalo mau ngikutin jejaknya sipenyanyi dangdut yang gayanya gak bener!*
Nah, setidaknya dalam berekspresi kita gak melupakan aturan dan norma-norma yang ada serta gak membuang begitu aja syari’at islam ke tong sampah yang bau-nya ngalahin kamar mandi yang gak dibersihin selama ribuan tahun. *hyperbola mode on*
So, mau berekspresi yang gimana nih? Yang bakalan bisa ngasih tiket ke surga atau malah pilih paket pesanan tiket ke neraka? Pilih aja sendiri tapi tanggunglah akibatnya! Jangan lupa dalam berekspresi juga musti tanggung jawab ya galz!!!



Oke, kelihatannya hanya ini yang bisa Putri sampaikan. Gak tahu musti nulis apa lagi. Soalnya survey-nya rada-rada sembrawut gitu, maklum banyak tugas. *pembaca : orang sok penting!*
Akh, memang ane banyak tugas kok! Tugas sekolah, tugas rumah dan lain-lain. Jadinya waktu untuk lebih mengamati keadaan sekitar Cuma secuil jatahnya. Oke lah, Putri malas adu bacot gak penting bisa-bisa mulut ini berbusa, wew! Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat untuk kalian semua!!! Wassalamu’alaikum dan sampai jumpa!









Note : Jangan lupa comment-nya ya teman... :p *dilempar lampu templok*
 

Template by BloggerCandy.com