Pages

Sabtu, 08 Januari 2011

Sahabat Sahabat!!

Setiap manusia di dunia ini tak bisa hidup sendiri, pasti ada orang lain yang ikut melengkapi hidup mereka. Ya, karena manusia selain makhluk individu juga adalah makhluk sosial yang artinya manusia tak bisa hidup sendiri. Begitu pula denganku, ada orang lain juga yang berperan penting dalam hidupku, tentunya selain ortu, keluarga, saudara dan guru, ada lagi orang-orang yang mengerti aku dan selalu bisa menjadi tempatku untuk bersuka cita maupun berduka, yap! Mereka adalah sahabat-sahabatku! Kalian pasti tahu betapa sangat berartinya sahabat bagiku, tanpa mereka hidupku juga akan hampa dan tak berwarna melainkan hitam putih :P. Disaat berkumpul bersama sahabat-sahabatku adalah hal yang sangat menyenangkan, kami bisa care n share bareng, melepas semua penat yang selama ini menekan kami hingga sesak rasanya, dan tentu saja salah satu yang lain bisa tertawa bareng, melepas semua kegembiraan yang berarti. Sahabat itu juga bukan sebagai tempat untuk bersenang-senang saja, tapi tempat untuk saling mengingatkan. Aku senang plus terharu banget kalau sahabat-sahabatku itu mau memperingatkanku akan perbuatanku yang salah dan mau membantu membuatku menjadi lebih baik lagi.
Sehari aja gak bisa ketemu sahabat, rasanya gak enak banget! Apa kalian merasakan hal yang sama? Kalau aku memang begitu, rasanya kangen sama sahabat itu gak akan berhenti sebelum bisa menghubunginya ataupun bertemu langsung. Mungkin karena sahabat itu adalah ikatan yang paling kuat dan hebat dibandingkan dengan ikatan teman, karena sahabat biasanya udah kayak saudara atau keluarga sendiri, kebayang kan rasanya kangen sama keluarga? Hmmm... Ya tulisan ini kupersembahkan untuk semua sahabatku, baik yang tinggal satu daerah atau satu kota denganku, baik yang berada di kota lain. Kalian tahu, kalian itu suaanggaat berarti buatku, tanpa kalian juga mungkin aku gak akan menjadi seperti sekarang, aku sungguh sangat berterima kasih buat kalian. Kalian udah mau bersahabat denganku, mau berbagi informasi, suka, duka denganku dan mau memperingatkanku jika aku salah. Aku sungguh sangat bersyukur bisa bertemu dengan kalian dan aku yakin Allah memang sudah memberikan takdir pada kita untuk menjadi satu keluarga yang menyenangkan. I LOVE U MY BEST FRIENDS... ^_^


Berikut ini adalah kata-kata yang pas banget kamu tujukan untuk sahabat-sahabatmu, silahkan... ^v^
- Friendship is forever even not always together
- Makna sahabat :
(S)esuatu yang tetap
(A)da meskipun
(H)ari terus berganti
(A)kan menjadi harta yang
(B)erharga jika
(A)ku dan kau
(T)etap berbagi dalam suka dan duka
- Sahabat sejati tak pernah terucap dibibir. Namun terinspirasi dari pengertian, terasa hangat dari perhatian dan terasa nikmat dalam kasih sayang dan kejujuran.Persahabatan ibarat janji dalam hati. Gak dapat ditulis gak dapat dibenci, namun gak terpisah oleh jarak. Gak akan berubah oleh waktu. Sedetik mata, namun selamanya.
- Sahabat itu jauh seperti bintang, walau jauh dia tetap bercahaya, meski kadang menghilang, dia tetap ada. Gak bisa bersama, tapi akan tetap bermakna.

Sabtu, 06 November 2010

Sepucuk Surat Untuk Korban Merapi

Untuk Korban Merapi di Yogya, Magelang dan Klaten...

Sejak meletusnya Gunung Merapi di Yogya dan perbatasan dengan Magelang, semua keadaan suasana yang dulunya riang, damai, aman dan penuh dengan senyuman kini berubah menjadi mencekam, mengerikan, menakutkan, jatuhnya tiap bulir-bulir air mata dan seketika senyuman itu pudar.

Kalian yang tinggal di dekat Merapi, menjadi panik ketika melihat Sang Merapi mengamuk... menyebabkan gempa vulkanik, mengeluarkan awan panas yang sangat mematikan dan lahar dingin yang tumpah tanpa ampun. Kalian berlarian mencari tempat yang aman, yang cepat selamat, yang lamban habis sudah...

Tapi, diantara kalian ada banyak juga yang tak mau ikut mengungsi dan menjauhkan diri mereka dari mara bahaya. Mereka seakan tak takut akan semua itu, mereka bertahan di rumah masing-masing, hingga akhirnya mereka habis dimakan awan panas.

Begitu pula dengan Sang Juru Kunci Merapi, Mbah Marijan... yang diagungkan itu juga telah musnah bersama kepulan awan panas. Seakan semua baik-baik saja dan Merapi itu tetap aman... tapi itu bohong! Korban berjatuhan, lingkungan menjadi mengerikan, desa yang indah berubah menjadi desa mati, derai air mata  dan tangisan tak henti-hentinya menggema... dan hati serta tangan ini pun terulur... untuk membantu kalian Wahai Korban Merapi...

Kami tahu kalian pasti sangat sedih dan terpukul dengan kejadian tragis ini, kalian merasa sangat malang... tak ikhlas semua ini terjadi pada kalian. Tapi, itu adalah keputusan Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhana Wa Ta'ala... semua juga demi kebaikan kalian, kebaikan kita. Seharusnya kita sadar akan hal ini, ini semua adalah peringatan dari-Nya. Seberapa takwa kah kita pada-Nya? Seberapa pedulikah kita? Seberapa rendah hatinya kah kita?

Wahai Korban Merapi, janganlah kalian berputus asa. Tuhan memberikan yang terbaik untuk kalian, percayalah itu. Doa dan uluran tangan ini akan membantu kalian, Insya Allah...

Dari Kami yang Prihatin dan Peduli...








Sabtu, 09 Oktober 2010

Mereka pun Ingin Sekolah

Kaki-kaki kecil itu berlomba untuk lari
Memasuki sebuah gedung agung yang menawan
Kaki-kaki kecil yang beralas sepatu mewah
Dengan tubuh yang berbalut seragam sekolah
Wajah yang dihiasi tawa dan senyuman
Mereka berlari memasuki sebuah gedung yang tak asing lagi
Sebuah sekolah...






Di lain sudut, kaki-kaki kecil terdiam
Hanya berdiam diri sambil memegang sebuah jeruji pagar
Kaki kecil yang hanya beralas seadanya
Dengan tubuh lusuh bagaikan gembel
Wajah yang dihiasi kesedihan dengan hati yang memberontak
Mereka hanya memandang fenomena itu dengan decakan kagum
Ingin ikut berbaur dengan mereka yang dengan riangnya menyongsong ilmu pengetahuan






Siapa mereka? Yang berdiri dibalik jeruji pagar, seakan memisahkan mereka dengan dunia lain?
Mereka adalah anak-anak yang tak mampu
Untuk apa mereka berada disitu? Mereka ingin melihat betapa menyenangkan bersekolah
Menjejakkan kaki di sekolah dengan penampilan seorang yang berpendidikan
Mengarungi samudera ilmu bersama guru dan teman-teman
Membuka jendela dunia, melihat dunia yang penuh ilmu pengetahuan
Lalu lahir sebagai manusia yang berhasil dan lebih baik
Itulah yang mereka inginkan






Tragis, tak bisa bersekolah hanya karena diteror biaya
Impian agung mencapai masa depan hancur hanya karena terbelit ketidakmampuan
Mereka yang bekerja layaknya orang dewasa
Tanpa merasakan bangku sekolah
Adalah sebuah fenomena buruk
Jangan pikir mereka senang karena bisa bermain-main di jalan
Janganlah pikir mereka bahagia bebas dari beban-beban para murid
Karena mereka pun juga ingin bersekolah

Sabtu, 08 Januari 2011

Sahabat Sahabat!!

Setiap manusia di dunia ini tak bisa hidup sendiri, pasti ada orang lain yang ikut melengkapi hidup mereka. Ya, karena manusia selain makhluk individu juga adalah makhluk sosial yang artinya manusia tak bisa hidup sendiri. Begitu pula denganku, ada orang lain juga yang berperan penting dalam hidupku, tentunya selain ortu, keluarga, saudara dan guru, ada lagi orang-orang yang mengerti aku dan selalu bisa menjadi tempatku untuk bersuka cita maupun berduka, yap! Mereka adalah sahabat-sahabatku! Kalian pasti tahu betapa sangat berartinya sahabat bagiku, tanpa mereka hidupku juga akan hampa dan tak berwarna melainkan hitam putih :P. Disaat berkumpul bersama sahabat-sahabatku adalah hal yang sangat menyenangkan, kami bisa care n share bareng, melepas semua penat yang selama ini menekan kami hingga sesak rasanya, dan tentu saja salah satu yang lain bisa tertawa bareng, melepas semua kegembiraan yang berarti. Sahabat itu juga bukan sebagai tempat untuk bersenang-senang saja, tapi tempat untuk saling mengingatkan. Aku senang plus terharu banget kalau sahabat-sahabatku itu mau memperingatkanku akan perbuatanku yang salah dan mau membantu membuatku menjadi lebih baik lagi.
Sehari aja gak bisa ketemu sahabat, rasanya gak enak banget! Apa kalian merasakan hal yang sama? Kalau aku memang begitu, rasanya kangen sama sahabat itu gak akan berhenti sebelum bisa menghubunginya ataupun bertemu langsung. Mungkin karena sahabat itu adalah ikatan yang paling kuat dan hebat dibandingkan dengan ikatan teman, karena sahabat biasanya udah kayak saudara atau keluarga sendiri, kebayang kan rasanya kangen sama keluarga? Hmmm... Ya tulisan ini kupersembahkan untuk semua sahabatku, baik yang tinggal satu daerah atau satu kota denganku, baik yang berada di kota lain. Kalian tahu, kalian itu suaanggaat berarti buatku, tanpa kalian juga mungkin aku gak akan menjadi seperti sekarang, aku sungguh sangat berterima kasih buat kalian. Kalian udah mau bersahabat denganku, mau berbagi informasi, suka, duka denganku dan mau memperingatkanku jika aku salah. Aku sungguh sangat bersyukur bisa bertemu dengan kalian dan aku yakin Allah memang sudah memberikan takdir pada kita untuk menjadi satu keluarga yang menyenangkan. I LOVE U MY BEST FRIENDS... ^_^


Berikut ini adalah kata-kata yang pas banget kamu tujukan untuk sahabat-sahabatmu, silahkan... ^v^
- Friendship is forever even not always together
- Makna sahabat :
(S)esuatu yang tetap
(A)da meskipun
(H)ari terus berganti
(A)kan menjadi harta yang
(B)erharga jika
(A)ku dan kau
(T)etap berbagi dalam suka dan duka
- Sahabat sejati tak pernah terucap dibibir. Namun terinspirasi dari pengertian, terasa hangat dari perhatian dan terasa nikmat dalam kasih sayang dan kejujuran.Persahabatan ibarat janji dalam hati. Gak dapat ditulis gak dapat dibenci, namun gak terpisah oleh jarak. Gak akan berubah oleh waktu. Sedetik mata, namun selamanya.
- Sahabat itu jauh seperti bintang, walau jauh dia tetap bercahaya, meski kadang menghilang, dia tetap ada. Gak bisa bersama, tapi akan tetap bermakna.

Sabtu, 06 November 2010

Sepucuk Surat Untuk Korban Merapi

Untuk Korban Merapi di Yogya, Magelang dan Klaten...

Sejak meletusnya Gunung Merapi di Yogya dan perbatasan dengan Magelang, semua keadaan suasana yang dulunya riang, damai, aman dan penuh dengan senyuman kini berubah menjadi mencekam, mengerikan, menakutkan, jatuhnya tiap bulir-bulir air mata dan seketika senyuman itu pudar.

Kalian yang tinggal di dekat Merapi, menjadi panik ketika melihat Sang Merapi mengamuk... menyebabkan gempa vulkanik, mengeluarkan awan panas yang sangat mematikan dan lahar dingin yang tumpah tanpa ampun. Kalian berlarian mencari tempat yang aman, yang cepat selamat, yang lamban habis sudah...

Tapi, diantara kalian ada banyak juga yang tak mau ikut mengungsi dan menjauhkan diri mereka dari mara bahaya. Mereka seakan tak takut akan semua itu, mereka bertahan di rumah masing-masing, hingga akhirnya mereka habis dimakan awan panas.

Begitu pula dengan Sang Juru Kunci Merapi, Mbah Marijan... yang diagungkan itu juga telah musnah bersama kepulan awan panas. Seakan semua baik-baik saja dan Merapi itu tetap aman... tapi itu bohong! Korban berjatuhan, lingkungan menjadi mengerikan, desa yang indah berubah menjadi desa mati, derai air mata  dan tangisan tak henti-hentinya menggema... dan hati serta tangan ini pun terulur... untuk membantu kalian Wahai Korban Merapi...

Kami tahu kalian pasti sangat sedih dan terpukul dengan kejadian tragis ini, kalian merasa sangat malang... tak ikhlas semua ini terjadi pada kalian. Tapi, itu adalah keputusan Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhana Wa Ta'ala... semua juga demi kebaikan kalian, kebaikan kita. Seharusnya kita sadar akan hal ini, ini semua adalah peringatan dari-Nya. Seberapa takwa kah kita pada-Nya? Seberapa pedulikah kita? Seberapa rendah hatinya kah kita?

Wahai Korban Merapi, janganlah kalian berputus asa. Tuhan memberikan yang terbaik untuk kalian, percayalah itu. Doa dan uluran tangan ini akan membantu kalian, Insya Allah...

Dari Kami yang Prihatin dan Peduli...








Sabtu, 09 Oktober 2010

Mereka pun Ingin Sekolah

Kaki-kaki kecil itu berlomba untuk lari
Memasuki sebuah gedung agung yang menawan
Kaki-kaki kecil yang beralas sepatu mewah
Dengan tubuh yang berbalut seragam sekolah
Wajah yang dihiasi tawa dan senyuman
Mereka berlari memasuki sebuah gedung yang tak asing lagi
Sebuah sekolah...






Di lain sudut, kaki-kaki kecil terdiam
Hanya berdiam diri sambil memegang sebuah jeruji pagar
Kaki kecil yang hanya beralas seadanya
Dengan tubuh lusuh bagaikan gembel
Wajah yang dihiasi kesedihan dengan hati yang memberontak
Mereka hanya memandang fenomena itu dengan decakan kagum
Ingin ikut berbaur dengan mereka yang dengan riangnya menyongsong ilmu pengetahuan






Siapa mereka? Yang berdiri dibalik jeruji pagar, seakan memisahkan mereka dengan dunia lain?
Mereka adalah anak-anak yang tak mampu
Untuk apa mereka berada disitu? Mereka ingin melihat betapa menyenangkan bersekolah
Menjejakkan kaki di sekolah dengan penampilan seorang yang berpendidikan
Mengarungi samudera ilmu bersama guru dan teman-teman
Membuka jendela dunia, melihat dunia yang penuh ilmu pengetahuan
Lalu lahir sebagai manusia yang berhasil dan lebih baik
Itulah yang mereka inginkan






Tragis, tak bisa bersekolah hanya karena diteror biaya
Impian agung mencapai masa depan hancur hanya karena terbelit ketidakmampuan
Mereka yang bekerja layaknya orang dewasa
Tanpa merasakan bangku sekolah
Adalah sebuah fenomena buruk
Jangan pikir mereka senang karena bisa bermain-main di jalan
Janganlah pikir mereka bahagia bebas dari beban-beban para murid
Karena mereka pun juga ingin bersekolah
 

Template by BloggerCandy.com