Pages

Sabtu, 12 Maret 2011

Ketika Kita Menjadi Orang Miskin Hati

Miskin? Ya, miskin yang saya maksud bukanlah miskin harta melainkan miskin hati. Maksudnya miskin hati itu seperti apa? Kalau miskin materi atau harta kan biasanya kita gak punya apa-apa kayak mereka yang tinggal di rumah gedongan, kita gak punya mobil, gak punya rumah bagus, duit melimpah hanya impian, belanja ini itu juga hanya diangan saja. Lalu, miskin hati? Maksud dari miskin hati adalah hati kita dangkal, dangkal akan pikiran, dangkal akan perasaan peduli. Sebenarnya orang yang mengidap penyakit miskin hati itu udah ada sejak zaman dulu. Biasanya adalah mereka yang sombong dan merasa hebat, tidak mau memandang ke bawah, maunya ataaasss terus sampai lama-lama leher ini menjadi sakit, hehe...

Di dunia ini kita tak hanya hidup sendiri, kita ini selain makhluk individu juga makhluk sosial. Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Pikir secara logika, mana bisa manusia hidup sendiri, pasti sehebat-hebatnya orang juga bakal perlu bantuan orang lain. Contoh yang sederhana saja, orang jika sakit pasti perlu bantuan orang lain untuk mengobatinya dan orang itu adalah dokter, bayangkan jika di dunia ini tak ada seorangpun dokter atau orang yang mau menyembuhkan orang lain, pasti bakalan repot jadinya. Nah, sayangnya orang yang miskin hati ini tidak menerapkan hal ini! Mereka gak peduli kalau mereka berdampingan dengan orang lain, mereka cuek bebek ketika bertemu orang yang lebih rendah darinya jika diukur lewat materi, ketika orang lain membutuhkan belas kasihan dan amal mereka orang miskin hati hanya melenggang kangkung tanpa peduli, rasanya kayak udah mati rasa!

Contoh orang miskin hati, mati rasa, lihat ia melanggar peraturan yang tertulis di spanduk, sama sekali gk malu


Orang mengendarai kendaraan, eh tiba-tiba menabrak orang! Orang yang menabrak tersebut ketakutan lalu melarikan diri dengan kendaraannya dan biasa disebut tabrak lari. Nah, ini udah termasuk miskin hati, mati rasa. Bayangkan, ia menabrak orang lain dan hal ini sudah termasuk kewajibannya untuk menolong orang yang ditabrak. Tapi, ia malah lari dari tanggung jawab, gak peduli, gak mikir bagaimana nasib orang yang ditabraknya nanti, bagaimana keluarganya nanti dan sebagainya.


Orang miskin hati alias egois bagaikan bayangan hitam yang berjalan sendiri di lorong sepi yang gelap tanpa penerangan


Kembali kita jelaskan ke yang sangat sederhana. Jika kita melihat seonggok sampah di jalan, apa yang akan kita lakukan pada sampah tersebut walau hanya berupa bungkus coklat? Apa kita biarkan? Jalan terus melenggang kangkung cuek bebek yang penting bukan urusan? Itu salah teman! Harusnya jika kita peduli, ayolah luangkan waktu sedikit saja, ambil sampah tersebut dan buanglah pada tempatnya, jika kamu benar-benar peduli lingkungan. Tangan menjadi kotor? Namanya juga amal pasti harus ikhlas, kan nanti bisa cuci tangan, entah pakai air kemasan atau dari air keran jika ketemu, tapi bukan keran rumah orang loh!

Kembali kita renungkan, bagaimana jadinya kalau kita miskin hati? Gak peduli orang lain? Berdiri sendiri seenaknya? Gak mau membagi ilmu pada orang lain? Lalu kalau kita seperti itu, apa iya orang lain mau menerima kita? Apa iya orang lain mau membantu kita dikemudian hari? Apa iya hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat? Jawabannya tidak! Mengapa? Karena kita egois! Gak sadar hati kalau kita ini manusia biasa! Gak sadar kalau kita hidup dikelilingi oleh orang-orang! Lalu, tentu saja kita tak akan bahagia selamanya jika tak mengubah penyakit kita yang satu ini. Tenang dunk, miskin hati bukan penyakit langka yang sulit disembuhkan yang gak ada obatnya, pertama jika kau ingin sembuhkan adalah niatmu untuk berubah menjadi baik! Selanjutnya ikhtiar atau berusaha, Insya Allah kita semua menjadi orang yang dapat menjadi rahmat bagi yang lain. =)


Kita ambil contoh gambar dari sebuah cover buku, beginilah jadinya kalau kita tidak miskin hati, maka orang lain juga akan menghargai kita



Putri Kartika Sari

Kamis, 10 Maret 2011

Love, What Do You Know About It?

Cinta, mungkin memang agak gimana gitu membicarakan masalah yang satu ini. Mungkin kalian mengira ini terkesan lebay dan sok romantis. Hei, cinta bukan sekedar romantis. Kalian mungkin mengartikan cinta adalah bagian dari kasih sayang, ya kasih sayang. Banyak orang rela berkorban demi cinta, cinta itu membius mereka melakukan hal yang sebenarnya harus mereka tempuh dengan perjuangan.

Orang mengatakan cinta pada orang yang mereka sayangi, pada orang yang mereka cintai. Apalagi anak muda zaman sekarang, mereka dengan bangga mengespresikan rasa cinta mereka pada seseorang, biasanya pada orang yang mereka anggap spesial. Tapi, tahukah kau? Terkadang apa yang mereka dapatkan bukanlah cinta sesungguhnya, itu hanya nafsu! Ia mengatakan cinta dan memperlakukan kita bagai Ratu maupun Raja. Berusaha merebut hati kita, segala upaya dilakukannya sehingga membuat kita terbuai. Akhirnya jatuh dalam perangkap cinta yang dibuatnya. Tapi, itu hanya sementara, entah kenapa selanjutnya orang yang berhasil dibuatnya terbuai ini dicampakkan begitu saja.

Menikah, ya! Mungkin terdengar ekstrim bagi yang masih muda dan belum waktunya memasuki jenjang ini, begitu pula dengan saya. Menikah didasarkan atas nama cinta dan takdir. Tapi, pasangan yang telah terikat oleh janji, seperti suami istri yang awalnya memiliki hubungan harmonis, bisa saja rasa itu memudar. Entah karena apa, mungkin bosan, mungkin cintanya tak tulus, mungkin juga karena bukan jodohnya. Selanjutnya, perselingkuhan pun terjadi, pertengkaran rumah tangga pun terjadi. Jalan yang mereka pilih pun adalah perceraian. Cinta yang dulu mereka gembor-gemborkan, tiba-tiba hilang tertutup kabut malam, tertiup angin, terhempas ombak seakan sama sekali tak berharga.

Sesungguhnya, cinta tak hanya melihat dari fisik semata. Tapi dari hati. Cinta tak bisa diucapkan lewat kata-kata, tapi disampaikan lewat hati. Mendapatkan cinta yang benar-benar tulus itu memang tak semudah membalikkan tangan. Biasanya, orang-orang yang menerima kita apa adanya lah yang terkadang bisa memberikan kita cinta yang tulus. Kau mungkin tak dapatkan cinta tulus dari seorang pacar, karena hubungan seperti pacaran itu hanya nafsu! Sama sekali tak sah! Hanya permainan cinta yang kemudian bisa saja kalah telak lalu hilang begitu saja. Untuk apa mengharapkan cinta yang benar-benar tulus dari seorang pacar? Itu sama sekali tak menjanjikan. Bodoh sekali jika mengharapkannya tapi ternyata ia memang bukanlah jodohmu. Ketahuilah, kau inginkan cinta yang tulus? Kau inginkan cinta itu abadi selamanya untukmu? Kau tahu siapa yang dapat berikan itu semua? Jawabannya cukup sederhana. Tuhanmu, Allah bagi umat islam dan Tuhan bagi mereka yang beragama lain. Orang tuamu, keluargamu, saudaramu, orang yang ditakdirkan Tuhan untuk bersamamu yaitu orang yang kelak akan menjadi pasangan hidupmu, dan  tentu saja terkadang guru pun juga. Mereka semua berikan yang terbaik buatmu! Tapi, mengapa terkadang kita semua lupa akan hal itu?! Terlena oleh hingar bingar dunia? Melupakan cinta sejati? Belajarlah untuk mensyukuri sesuatu, dan ingatlah sesuatu. Cintailah orang lain jika ingin dicintai. =)











Putri Kartika Sari

Selasa, 08 Maret 2011

Harajuku Tempat Favoritnya Remaja di Jepang

Kalian pasti tahu apa itu harajuku style, yupz! Style yang satu ini memang lagi trend dikalangan anak muda terkhusus remaja. Dandanan yang super aneh dan lebay, hehe... Hei, kali ini kita bukan akan membahas style aneh tersebut, kita hanya akan membahas mengenai kawasan Harajuku. Lebih terkenal dengan sebutan Kota Harajuku, padahal itu kan bukan kota? Cuma tempat belanja dan nongkrong aja, hehe.... Oke, lanjut!

Harajuku itu sendiri adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingu, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi.


Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji Jingu didirikan.
Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fashion seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.

He, he... tu kan cuma pusat perbelanjaan aja, terkhusus pakaian. Kita dapat menemukan berbagai macam pakaian unik di sini, bahkan pakaian yang digunakan oleh tokoh-tokoh kartun atau anime jepang dapat kita temukan dengan mudah di sini! Jadi, kalau kamu mau cosplay (costume player) kamu dapat memburu costume-nya di sini, karena di sini lengkap kap kap! Biasanya juga, tempat ini sering dijadikan sebagai tempat digelarnya acara cosplay, hoho...

Di Harajuku, kamu dapat temukan anak-anak muda atau remaja dengan gaya pakaian aneh di sini. Ya, mereka berstyle harajuku ria. Ada pula yang memakai costume anime, pokoknya di sini seru dan rame deh! Tapi, ya itu jika ingin membeli pakaian di sini memang harus berkorban mengeluarkan uang banyak. Hanya ingin membeli kaus oblong aja jika dikurs ke rupiah, 1 kaus dapat mencapai Rp 100.000 loh! Wah, mending di Indonesia aja deh, pilihannya banyak, juga kira-kira cuma Rp 50.000, hehe...
Harajuku juga punya tempat-tempat menarik. Untuk turis asing kelihatannya kurang lengkap jalan-jalan di Jepangnya jika tidak ke tempat ini, so ayo kita bahas satu persatu =)

Meiji Shrine


Merupakan kuil yang terletak dibelakang stasiun Harajuku dan berlawanan arah dengan Takeshita Dori. Ingat, di daerah Harajuku gak hanya ada tempat shopping doang, kuil pun da. Pada saat memasuki wilayah kuil kamu akan terkesan karena seakan-akan meninggalkan hiruk-pikuknya kota besar. Melewati gerbang kuil yang tinggi dan lebar jalananannya berkerikil dan dikelilingi oleh pepohonan yang seperti hutan kecil. Kuil ini dibangun pada pemerintahan Meiji sebagai bentuk penghargaan para rakyat terhadap sang Kaisar dan Permaisuri. Sampai saat ini kuil ini masih dipakai untuk penyelanggaran upacara keagamaan, pernikahan dan lain sebagainya.


Takeshita Dori


Merupakan tempat yang paling ramai di Harajuku, karena dijalan ini banyak sekali toko-toko yang berjualan pakaian, pernak-pernik, kosmetik, makanan dan lain-lain. Sebenarnya tempat inilah yang merupakan jantung dari Harajuku, karena jalan Takeshita ini sendiri jauh lebih ramai daripada jalan yang bernama Harajuku itu sendiri. Jadi jangan kaget kalau seandainya pada akhir pekan kamu datang kemari dan ternyata harus berdesak-desakan melewati jalanan ini yang panjangnya hanya sekitar 500m saja. Pada umumnya harga-harga barang yang dijual disini relatif cukup murah bagi anak muda Jepang, karena ada beberapa toko yang menjual tas atau sepatu hanya dengan seharga 1000Yen ataupun baju dibawah 1000yen. Disini juga bisa ditemui Daisho, toko dengan satu harga yaitu 100yen. Selain itu jangan lupa untuk mencoba bermacam-macam pilihan Crepes dengan aneka pilihan rasa. Hehe... memang kalau mau irit duit di sini nih, soalnya terkadang di tempat lain harga pakaian aja mahal banget~


Harajuku Dori


Ini bagi mereka yang bingung sama jalan di Harajuku. Di tempat ini kalian dapat  menemukan jalan Harajuku yang sesungguhnya. Keluar dari stasiun Harajuku dan berjalan lurus melalui Takeshita Dori sampai Meiji Dori, dan nantinya diseberang jalan  kamu akan menemukannya. Harajuku street yang asli akan terlihat jauh lebih sepi dan tak banyak peminat, tapi ada beberapa butik dan toko menarik yang bisa ditemui disana. Bagus buat relax nih sehabis lelahnya berjalan-jalan di jalan Harajuku yang lain yang ramainya seabrek~ =___="


Oke, kayaknya cuma ini yang dapat kujelaskan, karena cuma ini yang kuketahui mengenai Harajuku. Aku sendiri juga belum pernah ke sana, boro-boro ke Harajuku, ke Jepang aja masih menjadi impian. Okelah, intinya, yang umum di Harajuku, shopping, busana-busana dan kostum-kostum unik, cosplay, keramaian dan anak-anak muda.

Sabtu, 12 Maret 2011

Ketika Kita Menjadi Orang Miskin Hati

Miskin? Ya, miskin yang saya maksud bukanlah miskin harta melainkan miskin hati. Maksudnya miskin hati itu seperti apa? Kalau miskin materi atau harta kan biasanya kita gak punya apa-apa kayak mereka yang tinggal di rumah gedongan, kita gak punya mobil, gak punya rumah bagus, duit melimpah hanya impian, belanja ini itu juga hanya diangan saja. Lalu, miskin hati? Maksud dari miskin hati adalah hati kita dangkal, dangkal akan pikiran, dangkal akan perasaan peduli. Sebenarnya orang yang mengidap penyakit miskin hati itu udah ada sejak zaman dulu. Biasanya adalah mereka yang sombong dan merasa hebat, tidak mau memandang ke bawah, maunya ataaasss terus sampai lama-lama leher ini menjadi sakit, hehe...

Di dunia ini kita tak hanya hidup sendiri, kita ini selain makhluk individu juga makhluk sosial. Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Pikir secara logika, mana bisa manusia hidup sendiri, pasti sehebat-hebatnya orang juga bakal perlu bantuan orang lain. Contoh yang sederhana saja, orang jika sakit pasti perlu bantuan orang lain untuk mengobatinya dan orang itu adalah dokter, bayangkan jika di dunia ini tak ada seorangpun dokter atau orang yang mau menyembuhkan orang lain, pasti bakalan repot jadinya. Nah, sayangnya orang yang miskin hati ini tidak menerapkan hal ini! Mereka gak peduli kalau mereka berdampingan dengan orang lain, mereka cuek bebek ketika bertemu orang yang lebih rendah darinya jika diukur lewat materi, ketika orang lain membutuhkan belas kasihan dan amal mereka orang miskin hati hanya melenggang kangkung tanpa peduli, rasanya kayak udah mati rasa!

Contoh orang miskin hati, mati rasa, lihat ia melanggar peraturan yang tertulis di spanduk, sama sekali gk malu


Orang mengendarai kendaraan, eh tiba-tiba menabrak orang! Orang yang menabrak tersebut ketakutan lalu melarikan diri dengan kendaraannya dan biasa disebut tabrak lari. Nah, ini udah termasuk miskin hati, mati rasa. Bayangkan, ia menabrak orang lain dan hal ini sudah termasuk kewajibannya untuk menolong orang yang ditabrak. Tapi, ia malah lari dari tanggung jawab, gak peduli, gak mikir bagaimana nasib orang yang ditabraknya nanti, bagaimana keluarganya nanti dan sebagainya.


Orang miskin hati alias egois bagaikan bayangan hitam yang berjalan sendiri di lorong sepi yang gelap tanpa penerangan


Kembali kita jelaskan ke yang sangat sederhana. Jika kita melihat seonggok sampah di jalan, apa yang akan kita lakukan pada sampah tersebut walau hanya berupa bungkus coklat? Apa kita biarkan? Jalan terus melenggang kangkung cuek bebek yang penting bukan urusan? Itu salah teman! Harusnya jika kita peduli, ayolah luangkan waktu sedikit saja, ambil sampah tersebut dan buanglah pada tempatnya, jika kamu benar-benar peduli lingkungan. Tangan menjadi kotor? Namanya juga amal pasti harus ikhlas, kan nanti bisa cuci tangan, entah pakai air kemasan atau dari air keran jika ketemu, tapi bukan keran rumah orang loh!

Kembali kita renungkan, bagaimana jadinya kalau kita miskin hati? Gak peduli orang lain? Berdiri sendiri seenaknya? Gak mau membagi ilmu pada orang lain? Lalu kalau kita seperti itu, apa iya orang lain mau menerima kita? Apa iya orang lain mau membantu kita dikemudian hari? Apa iya hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat? Jawabannya tidak! Mengapa? Karena kita egois! Gak sadar hati kalau kita ini manusia biasa! Gak sadar kalau kita hidup dikelilingi oleh orang-orang! Lalu, tentu saja kita tak akan bahagia selamanya jika tak mengubah penyakit kita yang satu ini. Tenang dunk, miskin hati bukan penyakit langka yang sulit disembuhkan yang gak ada obatnya, pertama jika kau ingin sembuhkan adalah niatmu untuk berubah menjadi baik! Selanjutnya ikhtiar atau berusaha, Insya Allah kita semua menjadi orang yang dapat menjadi rahmat bagi yang lain. =)


Kita ambil contoh gambar dari sebuah cover buku, beginilah jadinya kalau kita tidak miskin hati, maka orang lain juga akan menghargai kita



Putri Kartika Sari

Kamis, 10 Maret 2011

Love, What Do You Know About It?

Cinta, mungkin memang agak gimana gitu membicarakan masalah yang satu ini. Mungkin kalian mengira ini terkesan lebay dan sok romantis. Hei, cinta bukan sekedar romantis. Kalian mungkin mengartikan cinta adalah bagian dari kasih sayang, ya kasih sayang. Banyak orang rela berkorban demi cinta, cinta itu membius mereka melakukan hal yang sebenarnya harus mereka tempuh dengan perjuangan.

Orang mengatakan cinta pada orang yang mereka sayangi, pada orang yang mereka cintai. Apalagi anak muda zaman sekarang, mereka dengan bangga mengespresikan rasa cinta mereka pada seseorang, biasanya pada orang yang mereka anggap spesial. Tapi, tahukah kau? Terkadang apa yang mereka dapatkan bukanlah cinta sesungguhnya, itu hanya nafsu! Ia mengatakan cinta dan memperlakukan kita bagai Ratu maupun Raja. Berusaha merebut hati kita, segala upaya dilakukannya sehingga membuat kita terbuai. Akhirnya jatuh dalam perangkap cinta yang dibuatnya. Tapi, itu hanya sementara, entah kenapa selanjutnya orang yang berhasil dibuatnya terbuai ini dicampakkan begitu saja.

Menikah, ya! Mungkin terdengar ekstrim bagi yang masih muda dan belum waktunya memasuki jenjang ini, begitu pula dengan saya. Menikah didasarkan atas nama cinta dan takdir. Tapi, pasangan yang telah terikat oleh janji, seperti suami istri yang awalnya memiliki hubungan harmonis, bisa saja rasa itu memudar. Entah karena apa, mungkin bosan, mungkin cintanya tak tulus, mungkin juga karena bukan jodohnya. Selanjutnya, perselingkuhan pun terjadi, pertengkaran rumah tangga pun terjadi. Jalan yang mereka pilih pun adalah perceraian. Cinta yang dulu mereka gembor-gemborkan, tiba-tiba hilang tertutup kabut malam, tertiup angin, terhempas ombak seakan sama sekali tak berharga.

Sesungguhnya, cinta tak hanya melihat dari fisik semata. Tapi dari hati. Cinta tak bisa diucapkan lewat kata-kata, tapi disampaikan lewat hati. Mendapatkan cinta yang benar-benar tulus itu memang tak semudah membalikkan tangan. Biasanya, orang-orang yang menerima kita apa adanya lah yang terkadang bisa memberikan kita cinta yang tulus. Kau mungkin tak dapatkan cinta tulus dari seorang pacar, karena hubungan seperti pacaran itu hanya nafsu! Sama sekali tak sah! Hanya permainan cinta yang kemudian bisa saja kalah telak lalu hilang begitu saja. Untuk apa mengharapkan cinta yang benar-benar tulus dari seorang pacar? Itu sama sekali tak menjanjikan. Bodoh sekali jika mengharapkannya tapi ternyata ia memang bukanlah jodohmu. Ketahuilah, kau inginkan cinta yang tulus? Kau inginkan cinta itu abadi selamanya untukmu? Kau tahu siapa yang dapat berikan itu semua? Jawabannya cukup sederhana. Tuhanmu, Allah bagi umat islam dan Tuhan bagi mereka yang beragama lain. Orang tuamu, keluargamu, saudaramu, orang yang ditakdirkan Tuhan untuk bersamamu yaitu orang yang kelak akan menjadi pasangan hidupmu, dan  tentu saja terkadang guru pun juga. Mereka semua berikan yang terbaik buatmu! Tapi, mengapa terkadang kita semua lupa akan hal itu?! Terlena oleh hingar bingar dunia? Melupakan cinta sejati? Belajarlah untuk mensyukuri sesuatu, dan ingatlah sesuatu. Cintailah orang lain jika ingin dicintai. =)











Putri Kartika Sari

Selasa, 08 Maret 2011

Harajuku Tempat Favoritnya Remaja di Jepang

Kalian pasti tahu apa itu harajuku style, yupz! Style yang satu ini memang lagi trend dikalangan anak muda terkhusus remaja. Dandanan yang super aneh dan lebay, hehe... Hei, kali ini kita bukan akan membahas style aneh tersebut, kita hanya akan membahas mengenai kawasan Harajuku. Lebih terkenal dengan sebutan Kota Harajuku, padahal itu kan bukan kota? Cuma tempat belanja dan nongkrong aja, hehe.... Oke, lanjut!

Harajuku itu sendiri adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingu, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi.


Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji Jingu didirikan.
Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fashion seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.

He, he... tu kan cuma pusat perbelanjaan aja, terkhusus pakaian. Kita dapat menemukan berbagai macam pakaian unik di sini, bahkan pakaian yang digunakan oleh tokoh-tokoh kartun atau anime jepang dapat kita temukan dengan mudah di sini! Jadi, kalau kamu mau cosplay (costume player) kamu dapat memburu costume-nya di sini, karena di sini lengkap kap kap! Biasanya juga, tempat ini sering dijadikan sebagai tempat digelarnya acara cosplay, hoho...

Di Harajuku, kamu dapat temukan anak-anak muda atau remaja dengan gaya pakaian aneh di sini. Ya, mereka berstyle harajuku ria. Ada pula yang memakai costume anime, pokoknya di sini seru dan rame deh! Tapi, ya itu jika ingin membeli pakaian di sini memang harus berkorban mengeluarkan uang banyak. Hanya ingin membeli kaus oblong aja jika dikurs ke rupiah, 1 kaus dapat mencapai Rp 100.000 loh! Wah, mending di Indonesia aja deh, pilihannya banyak, juga kira-kira cuma Rp 50.000, hehe...
Harajuku juga punya tempat-tempat menarik. Untuk turis asing kelihatannya kurang lengkap jalan-jalan di Jepangnya jika tidak ke tempat ini, so ayo kita bahas satu persatu =)

Meiji Shrine


Merupakan kuil yang terletak dibelakang stasiun Harajuku dan berlawanan arah dengan Takeshita Dori. Ingat, di daerah Harajuku gak hanya ada tempat shopping doang, kuil pun da. Pada saat memasuki wilayah kuil kamu akan terkesan karena seakan-akan meninggalkan hiruk-pikuknya kota besar. Melewati gerbang kuil yang tinggi dan lebar jalananannya berkerikil dan dikelilingi oleh pepohonan yang seperti hutan kecil. Kuil ini dibangun pada pemerintahan Meiji sebagai bentuk penghargaan para rakyat terhadap sang Kaisar dan Permaisuri. Sampai saat ini kuil ini masih dipakai untuk penyelanggaran upacara keagamaan, pernikahan dan lain sebagainya.


Takeshita Dori


Merupakan tempat yang paling ramai di Harajuku, karena dijalan ini banyak sekali toko-toko yang berjualan pakaian, pernak-pernik, kosmetik, makanan dan lain-lain. Sebenarnya tempat inilah yang merupakan jantung dari Harajuku, karena jalan Takeshita ini sendiri jauh lebih ramai daripada jalan yang bernama Harajuku itu sendiri. Jadi jangan kaget kalau seandainya pada akhir pekan kamu datang kemari dan ternyata harus berdesak-desakan melewati jalanan ini yang panjangnya hanya sekitar 500m saja. Pada umumnya harga-harga barang yang dijual disini relatif cukup murah bagi anak muda Jepang, karena ada beberapa toko yang menjual tas atau sepatu hanya dengan seharga 1000Yen ataupun baju dibawah 1000yen. Disini juga bisa ditemui Daisho, toko dengan satu harga yaitu 100yen. Selain itu jangan lupa untuk mencoba bermacam-macam pilihan Crepes dengan aneka pilihan rasa. Hehe... memang kalau mau irit duit di sini nih, soalnya terkadang di tempat lain harga pakaian aja mahal banget~


Harajuku Dori


Ini bagi mereka yang bingung sama jalan di Harajuku. Di tempat ini kalian dapat  menemukan jalan Harajuku yang sesungguhnya. Keluar dari stasiun Harajuku dan berjalan lurus melalui Takeshita Dori sampai Meiji Dori, dan nantinya diseberang jalan  kamu akan menemukannya. Harajuku street yang asli akan terlihat jauh lebih sepi dan tak banyak peminat, tapi ada beberapa butik dan toko menarik yang bisa ditemui disana. Bagus buat relax nih sehabis lelahnya berjalan-jalan di jalan Harajuku yang lain yang ramainya seabrek~ =___="


Oke, kayaknya cuma ini yang dapat kujelaskan, karena cuma ini yang kuketahui mengenai Harajuku. Aku sendiri juga belum pernah ke sana, boro-boro ke Harajuku, ke Jepang aja masih menjadi impian. Okelah, intinya, yang umum di Harajuku, shopping, busana-busana dan kostum-kostum unik, cosplay, keramaian dan anak-anak muda.

 

Template by BloggerCandy.com