Pages

Minggu, 27 Maret 2011

Siap Berperang Dengan Ujian Sekolah

Hehemm... *gaje* Sudah lama saya tak memposting sesuatu di label tips ya, apa boleh buat saya buntu ide, akhir-akhir ini saya lebih rajin memposting di label pencerahan soalnya ya yang terlintas dan terpikirkan di otak saya memang hal itu dan biasanya menulis di label pencerahan otak saya bisa berjalan cepat *maksudnya gak lola* karena saya bisa berekspresi lewat isi hati saya yang saya tuangkan hangat-hangat di blog. Okelah, saya rasa kelamaan kalau terus berbasa-basi seperti ini. Kali ini saya akan menulis tips khususnya buat yang mau ujian sekolah nih berhubung ujian apalagi UN udah di depan mata, sebaiknya kalian mengetahui cara belajar yang baik agar dapat menjalankan ujian tersebut dengan baik juga. Layaknya seorang tentara yang akan berperang, pasti harus mempersiapkan diri dengan baik, entah fisik, pengetahuan maupun senjata. Murid seperti tentara, siapkan fisik dan mental agar saat ujian tidak kaku dan grogi serta sakit, siapkan alat perang hei alat perang murid itu ya perlengkapan ujian misa seperti kartu nama, pensil, penghapus dan sebagainya. Semua memiliki tujuan agar berhasil. Lalu, bagaimana mengatasinya kalau kita ini susah banget menerima pelajaran? Mari tarik scroll-mu ke bawah dan selamat membaca :D



1. Makan makanan bergizi dengan teratur

Yup, tahu dong kalau makanan itu sumber tenaga bagi tubuh kita. Kita sangat membutuhkan makanan dan minum ibaratnya mobil yang perlu bensin agar dapat bekerja mesinnya. Tapi, gak sembarang makanan dan minuman yang harus kita konsumsi loh! Kita harus mengonsumsi makanan bergizi, alias 4 sehat 5 sempurna. Untuk minuman, banyak-banyaklah meminum air putih yang bersih dan susu yang baik untuk memberikan cairan pada tubuhmu. Bayangkan, kamu makan dan minum yang basi, gak sehat pastinya bukannya bikin kamu sehat malah membuatmu sakit dan sulit berkonsentrasi.


2. Rajin berolahraga

Ini juga penting sobat, berolahraga adalah mengolah raga jasmani kita seperti menggerakkan tubuh agar tubuh menjadi rileks dan sehat. Kamu harus rajin berolahraga, ya minimal seminggu dua kali lah. Fisikmu kuat dan sehat akan membuat kamu dapat mengerjakan soal ujian dengan baik.


3. Rajin memperhatikan penjelasan guru serta mencatat

Semua soal ujian yang akan kamu kerjakan pastinya telah kamu pelajari sebelumnya dari guru-gurumu di sekolah. Ya, guru memberikan bahan atau bekal padamu agar kamu dapat berperang di medan ujian dengan baik. Kamu harus sadar, kamu wajib memperhatikan penjelasan guru kalau guru sedang menerangkan serta kamu harus rajin mencatat. Bekal pelajaran dari guru apapun itu harus dicatat, okelah kamu pandai menghafal tapi bukan jaminan kalau suatu hari nanti kamu bakal lupa, kan?


4. Pelajari kembali

Oke, apapun yang telah kamu pelajari dari sekolah haruslah kamu pelajari kembali. Kamu gak akan bisa menyelesaikan soal hanya dengan sekali dipelajari karena belum tentu kamu benar-benar paham. Cobalah ingat kata-kata gurumu, misal gurumu menyuruhmu berulang kali untuk mempelajari mengenai suatu hal, maka turutilah dan pelajarilah! Karena biasanya yang keluar justru apa yang telah gurumu ingatkan. Jika ada yang tak kamu mengerti, belum terlambat kok untuk bertanya pada guru.


5. Belajar jangan SKS

Apaan tuh SKS? Mungkin diantara kalian belum ada yang tahu sama singkatan yang satu ini, tapi pasti juga udah ada yang tahu. SKS itu singkatan dari Sistem Kebut Semalam. Maksudnya? Hee... belum ngerti juga? Ampun deh! Hehe, gak bercanda doang kok jangan dimasukin ke hati ya. ^u^v  Sistem Kebut Semalam tuh maksudnya kamu belajar misal untuk ujian. Nah, besok adalah hari H itu dan kamu belum belajar jauh hari, jadinya kamu putuskan untuk belajar ngebut dalam semalam! Nah, gimana tuh jadinya? Sukses ujian belum tentu! SKS tidak menjamin kamu mampu untuk memahaminya dan bisa mengerjakan soal-soalnya karena gak kamu persiapkan dengan matang jauh hari. Okelah, bagi yang IQ-nya tinggi dan biasa disebut jenius mungkin masalah kayak gini gak masalah, but gimana dengan IQ yang biasa aja alias rata-rata? Makanya, pelajari jauh hari sebelum ujian, paling enggak seminggu sebelum ujian deh.


6. Stop bermain dan membuang waktu

Yaha, benar sekali itu! Sebentar lagi mau ujian, apakah benar kalau kita mengisi waktu atau kesempatan yang ada untuk menyongsong ujian dengan bermain, bolos Les, suka gak datang ke sekolah? Jelas itu hanya membuang waktu dan akan sangat merugiiiii. Yup, merugilah kamu, hehe... Wajib! Isilah waktu dan kesempatan yang ada untuk belajar sebaik mungkin, menjaga diri, maupun bertanya pada guru atau orang yang tahu jika ada pelajaran yang tak kau mengerti.


7. Istirahat

Istirahat! Yeah, istirahat sangat penting dalam mempersiapkan diri untuk ujian. Jangan sampai kamu terlalu banyak belajar tapi gak ditutup dengan istirahat, namanya nyiksa diri itu. Stamina dan kesehatan fisikmu bisa memburuk, akhirnya semua yang telah kau pelajari akan blass hilang begitu saja sehingga tak bisa berkonsentrasi. Usahakan sehari sebelum ujian kamu isi waktumu dengan istirahat agar kamu tidak kelelahan. Tidur juga jangan terlalu malam, jangan begadang! Jangan pula kamu membuat dirimu panik disaat detik-detik terakhir akan ujian, kepanikan membuatmu tidak enak dan jangan-jangan semua yang telah kau pelajari bisa buyar begitu saja, duh....


8. Berdoa

Terakhir, berdoa! Yup, biarpun kamu sibuk belajar, kamu juga harus rajin beribadah, shalat bagi yang muslim. Gak bakal sukses kalau ikhtiar-mu gak dibarengi dengan ibadah. Nah, sebelum ujian, baiknya kamu membaca doa, hal ini akan membuatmu lebih tenang dan percaya diri.  Ingat, jangan mencontek dan jangan berbuat curang, kalau kamu mencontek tandanya kamu gak percaya diri, lalu apa dong usahamu selama ini? Kejujuran itu Insya Allah akan membuahkan sesuatu yang baik dan manis.
Smile, don't afraid, don't confused, enjoy your exam


Kamis, 24 Maret 2011

Hidup Itu Anugerah


Hidup, ya... hidup adalah sebuah anugerah yang tak ternilai harganya. Tak bisa kau bayar dengan uang bermiliyar-miliyar banyaknya atau kau bandingkan dengan emas dan semua hartamu yang serba lux. Kehidupan hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang dapat berikan, tak ada yang lain keculi Ia. Kita semua tahu, kehidupan yang dianugerahkan-Nya hanya sekali di dunia ini, selanjutnya kita akan mendapatkan kehidupan yang kekal abadi setelah kita meninggalkan dunia ini.

Dalam hidup ini kita berperan sebagai Khalifah alias pemimpin. Tentu saja semua harus dimulai dari memimpin diri sendiri. Dalam hidup yang kita jalani, kita temukan banyak sesuatu. Entah itu konflik, kebahagiaan, kesedihaan dan sebagainya dan semua itu berjalan seperti sebuah cerita yang telah diskenario karena hidup kita juga berjalan melalui takdir yang telah ditentukan-Nya seakan seperti sebuah skenario cerita.

Terkadang kita mengalami dan merasakan yang namanya kebahagiaan, seketika kita bisa tersenyum manis ataupun tertawa. Hati pun menjadi lega rasanya dan kita merasa menjadi orang paling beruntung di dunia. Tapi, tentu kita juga mengalami yang namanya kesedihan, kita menjadi murung, untuk tersenyum manis dan ikhlas sedikit saja tak mampu, tubuh tak berdaya dan seakan menjadi orang paling malang sedunia. Ya, hidup kita terombang-ambing, seperti ombak yang kadang naik dan kadang surut, seperti cabang-cabang pohon, serta jalan yang penuh liku.

Kita hidup di dunia juga tidak sendiri, ada banyak sekali makhluk hidup yang juga hidup di dunia ini. Tentunya kita tak bisa selalu menjadi makhluk individu, kita dituntut untuk juga menjadi makhluk sosial. Tapi, tak jarang kita temukan manusia yang merasa dirinya hebat dan tak butuh bantuan manusia lain, yang tak peduli pada manusia yang lain, dan kita tahu itu namanya egois dan sok. Ya, seakan dunia ini hanyalah miliknya.

Teman, terkadang kita hidup di dunia ini juga tak mensyukuri apa yang telah diberi. Kita tak sanggup untuk menghadapi segala halang rintang dan cobaan yang terus menghujam diri kita. Sakit rasanya, seperti jatuh ke dalam jurang yang dalam dan gelap. Tak sanggup lagi untuk meneruskan hidup, dan jalan terakhir yang terpikirkan adalah bunuh diri. Sebenarnya bunuh diri itu tak akan menyelesaikan masalah. Mungkin di dunia memang tak merasakannya lagi, tapi bagaimana di akhirat? Apa sudah lolos? Apa sudah menghembuskan nafas lega? Sadarlah, itu malah menambah parah keadaan! Manusia yang baik akan ikhlas dan berusaha menghadapi cobaan itu sekuat mungkin, karena itu adalah bagian dari kehidupan, karena setelahnya pasti kebahagiaan datang menghampiri kita.

Teman, hidup adalah anugerah, hidup itu indah. Entah itu baik atau buruk, tapi ingatlah! Seburuk-buruknya hidup kita juga pasti punya sisi positif. Hidup kita itu seimbang, jadi gak selamanya bahagia karena disaat kita bahagia itu hanya bagian dari hidup dan selanjutnya pasti merasakan kesedihan dan itu namanya cobaan. Perlu kita ketahui, jalani hidup ini sebaik mungkin. Jangan menyerah dan patah semangat seperti sampah yang terombang-ambing di lautan, terbawa ombak tak berdaya seakan sudah menyerah pada nasib. Kita harus kuat, jangan pernah takut untuk jalani hidup. Tetaplah semangat, teruslah beribadah, teruslah belajar, dan teruslah berkarya, selama kamu masih bisa bernafas, selama kamu masih bisa melakukan hal yang positif, selama itulah kamu bisa isi hari-harimu dengan sesuatu yang indah. :)



Putri Kartika Sari

Sabtu, 12 Maret 2011

Ketika Kita Menjadi Orang Miskin Hati

Miskin? Ya, miskin yang saya maksud bukanlah miskin harta melainkan miskin hati. Maksudnya miskin hati itu seperti apa? Kalau miskin materi atau harta kan biasanya kita gak punya apa-apa kayak mereka yang tinggal di rumah gedongan, kita gak punya mobil, gak punya rumah bagus, duit melimpah hanya impian, belanja ini itu juga hanya diangan saja. Lalu, miskin hati? Maksud dari miskin hati adalah hati kita dangkal, dangkal akan pikiran, dangkal akan perasaan peduli. Sebenarnya orang yang mengidap penyakit miskin hati itu udah ada sejak zaman dulu. Biasanya adalah mereka yang sombong dan merasa hebat, tidak mau memandang ke bawah, maunya ataaasss terus sampai lama-lama leher ini menjadi sakit, hehe...

Di dunia ini kita tak hanya hidup sendiri, kita ini selain makhluk individu juga makhluk sosial. Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Pikir secara logika, mana bisa manusia hidup sendiri, pasti sehebat-hebatnya orang juga bakal perlu bantuan orang lain. Contoh yang sederhana saja, orang jika sakit pasti perlu bantuan orang lain untuk mengobatinya dan orang itu adalah dokter, bayangkan jika di dunia ini tak ada seorangpun dokter atau orang yang mau menyembuhkan orang lain, pasti bakalan repot jadinya. Nah, sayangnya orang yang miskin hati ini tidak menerapkan hal ini! Mereka gak peduli kalau mereka berdampingan dengan orang lain, mereka cuek bebek ketika bertemu orang yang lebih rendah darinya jika diukur lewat materi, ketika orang lain membutuhkan belas kasihan dan amal mereka orang miskin hati hanya melenggang kangkung tanpa peduli, rasanya kayak udah mati rasa!

Contoh orang miskin hati, mati rasa, lihat ia melanggar peraturan yang tertulis di spanduk, sama sekali gk malu


Orang mengendarai kendaraan, eh tiba-tiba menabrak orang! Orang yang menabrak tersebut ketakutan lalu melarikan diri dengan kendaraannya dan biasa disebut tabrak lari. Nah, ini udah termasuk miskin hati, mati rasa. Bayangkan, ia menabrak orang lain dan hal ini sudah termasuk kewajibannya untuk menolong orang yang ditabrak. Tapi, ia malah lari dari tanggung jawab, gak peduli, gak mikir bagaimana nasib orang yang ditabraknya nanti, bagaimana keluarganya nanti dan sebagainya.


Orang miskin hati alias egois bagaikan bayangan hitam yang berjalan sendiri di lorong sepi yang gelap tanpa penerangan


Kembali kita jelaskan ke yang sangat sederhana. Jika kita melihat seonggok sampah di jalan, apa yang akan kita lakukan pada sampah tersebut walau hanya berupa bungkus coklat? Apa kita biarkan? Jalan terus melenggang kangkung cuek bebek yang penting bukan urusan? Itu salah teman! Harusnya jika kita peduli, ayolah luangkan waktu sedikit saja, ambil sampah tersebut dan buanglah pada tempatnya, jika kamu benar-benar peduli lingkungan. Tangan menjadi kotor? Namanya juga amal pasti harus ikhlas, kan nanti bisa cuci tangan, entah pakai air kemasan atau dari air keran jika ketemu, tapi bukan keran rumah orang loh!

Kembali kita renungkan, bagaimana jadinya kalau kita miskin hati? Gak peduli orang lain? Berdiri sendiri seenaknya? Gak mau membagi ilmu pada orang lain? Lalu kalau kita seperti itu, apa iya orang lain mau menerima kita? Apa iya orang lain mau membantu kita dikemudian hari? Apa iya hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat? Jawabannya tidak! Mengapa? Karena kita egois! Gak sadar hati kalau kita ini manusia biasa! Gak sadar kalau kita hidup dikelilingi oleh orang-orang! Lalu, tentu saja kita tak akan bahagia selamanya jika tak mengubah penyakit kita yang satu ini. Tenang dunk, miskin hati bukan penyakit langka yang sulit disembuhkan yang gak ada obatnya, pertama jika kau ingin sembuhkan adalah niatmu untuk berubah menjadi baik! Selanjutnya ikhtiar atau berusaha, Insya Allah kita semua menjadi orang yang dapat menjadi rahmat bagi yang lain. =)


Kita ambil contoh gambar dari sebuah cover buku, beginilah jadinya kalau kita tidak miskin hati, maka orang lain juga akan menghargai kita



Putri Kartika Sari

Minggu, 27 Maret 2011

Siap Berperang Dengan Ujian Sekolah

Hehemm... *gaje* Sudah lama saya tak memposting sesuatu di label tips ya, apa boleh buat saya buntu ide, akhir-akhir ini saya lebih rajin memposting di label pencerahan soalnya ya yang terlintas dan terpikirkan di otak saya memang hal itu dan biasanya menulis di label pencerahan otak saya bisa berjalan cepat *maksudnya gak lola* karena saya bisa berekspresi lewat isi hati saya yang saya tuangkan hangat-hangat di blog. Okelah, saya rasa kelamaan kalau terus berbasa-basi seperti ini. Kali ini saya akan menulis tips khususnya buat yang mau ujian sekolah nih berhubung ujian apalagi UN udah di depan mata, sebaiknya kalian mengetahui cara belajar yang baik agar dapat menjalankan ujian tersebut dengan baik juga. Layaknya seorang tentara yang akan berperang, pasti harus mempersiapkan diri dengan baik, entah fisik, pengetahuan maupun senjata. Murid seperti tentara, siapkan fisik dan mental agar saat ujian tidak kaku dan grogi serta sakit, siapkan alat perang hei alat perang murid itu ya perlengkapan ujian misa seperti kartu nama, pensil, penghapus dan sebagainya. Semua memiliki tujuan agar berhasil. Lalu, bagaimana mengatasinya kalau kita ini susah banget menerima pelajaran? Mari tarik scroll-mu ke bawah dan selamat membaca :D



1. Makan makanan bergizi dengan teratur

Yup, tahu dong kalau makanan itu sumber tenaga bagi tubuh kita. Kita sangat membutuhkan makanan dan minum ibaratnya mobil yang perlu bensin agar dapat bekerja mesinnya. Tapi, gak sembarang makanan dan minuman yang harus kita konsumsi loh! Kita harus mengonsumsi makanan bergizi, alias 4 sehat 5 sempurna. Untuk minuman, banyak-banyaklah meminum air putih yang bersih dan susu yang baik untuk memberikan cairan pada tubuhmu. Bayangkan, kamu makan dan minum yang basi, gak sehat pastinya bukannya bikin kamu sehat malah membuatmu sakit dan sulit berkonsentrasi.


2. Rajin berolahraga

Ini juga penting sobat, berolahraga adalah mengolah raga jasmani kita seperti menggerakkan tubuh agar tubuh menjadi rileks dan sehat. Kamu harus rajin berolahraga, ya minimal seminggu dua kali lah. Fisikmu kuat dan sehat akan membuat kamu dapat mengerjakan soal ujian dengan baik.


3. Rajin memperhatikan penjelasan guru serta mencatat

Semua soal ujian yang akan kamu kerjakan pastinya telah kamu pelajari sebelumnya dari guru-gurumu di sekolah. Ya, guru memberikan bahan atau bekal padamu agar kamu dapat berperang di medan ujian dengan baik. Kamu harus sadar, kamu wajib memperhatikan penjelasan guru kalau guru sedang menerangkan serta kamu harus rajin mencatat. Bekal pelajaran dari guru apapun itu harus dicatat, okelah kamu pandai menghafal tapi bukan jaminan kalau suatu hari nanti kamu bakal lupa, kan?


4. Pelajari kembali

Oke, apapun yang telah kamu pelajari dari sekolah haruslah kamu pelajari kembali. Kamu gak akan bisa menyelesaikan soal hanya dengan sekali dipelajari karena belum tentu kamu benar-benar paham. Cobalah ingat kata-kata gurumu, misal gurumu menyuruhmu berulang kali untuk mempelajari mengenai suatu hal, maka turutilah dan pelajarilah! Karena biasanya yang keluar justru apa yang telah gurumu ingatkan. Jika ada yang tak kamu mengerti, belum terlambat kok untuk bertanya pada guru.


5. Belajar jangan SKS

Apaan tuh SKS? Mungkin diantara kalian belum ada yang tahu sama singkatan yang satu ini, tapi pasti juga udah ada yang tahu. SKS itu singkatan dari Sistem Kebut Semalam. Maksudnya? Hee... belum ngerti juga? Ampun deh! Hehe, gak bercanda doang kok jangan dimasukin ke hati ya. ^u^v  Sistem Kebut Semalam tuh maksudnya kamu belajar misal untuk ujian. Nah, besok adalah hari H itu dan kamu belum belajar jauh hari, jadinya kamu putuskan untuk belajar ngebut dalam semalam! Nah, gimana tuh jadinya? Sukses ujian belum tentu! SKS tidak menjamin kamu mampu untuk memahaminya dan bisa mengerjakan soal-soalnya karena gak kamu persiapkan dengan matang jauh hari. Okelah, bagi yang IQ-nya tinggi dan biasa disebut jenius mungkin masalah kayak gini gak masalah, but gimana dengan IQ yang biasa aja alias rata-rata? Makanya, pelajari jauh hari sebelum ujian, paling enggak seminggu sebelum ujian deh.


6. Stop bermain dan membuang waktu

Yaha, benar sekali itu! Sebentar lagi mau ujian, apakah benar kalau kita mengisi waktu atau kesempatan yang ada untuk menyongsong ujian dengan bermain, bolos Les, suka gak datang ke sekolah? Jelas itu hanya membuang waktu dan akan sangat merugiiiii. Yup, merugilah kamu, hehe... Wajib! Isilah waktu dan kesempatan yang ada untuk belajar sebaik mungkin, menjaga diri, maupun bertanya pada guru atau orang yang tahu jika ada pelajaran yang tak kau mengerti.


7. Istirahat

Istirahat! Yeah, istirahat sangat penting dalam mempersiapkan diri untuk ujian. Jangan sampai kamu terlalu banyak belajar tapi gak ditutup dengan istirahat, namanya nyiksa diri itu. Stamina dan kesehatan fisikmu bisa memburuk, akhirnya semua yang telah kau pelajari akan blass hilang begitu saja sehingga tak bisa berkonsentrasi. Usahakan sehari sebelum ujian kamu isi waktumu dengan istirahat agar kamu tidak kelelahan. Tidur juga jangan terlalu malam, jangan begadang! Jangan pula kamu membuat dirimu panik disaat detik-detik terakhir akan ujian, kepanikan membuatmu tidak enak dan jangan-jangan semua yang telah kau pelajari bisa buyar begitu saja, duh....


8. Berdoa

Terakhir, berdoa! Yup, biarpun kamu sibuk belajar, kamu juga harus rajin beribadah, shalat bagi yang muslim. Gak bakal sukses kalau ikhtiar-mu gak dibarengi dengan ibadah. Nah, sebelum ujian, baiknya kamu membaca doa, hal ini akan membuatmu lebih tenang dan percaya diri.  Ingat, jangan mencontek dan jangan berbuat curang, kalau kamu mencontek tandanya kamu gak percaya diri, lalu apa dong usahamu selama ini? Kejujuran itu Insya Allah akan membuahkan sesuatu yang baik dan manis.
Smile, don't afraid, don't confused, enjoy your exam


Kamis, 24 Maret 2011

Hidup Itu Anugerah


Hidup, ya... hidup adalah sebuah anugerah yang tak ternilai harganya. Tak bisa kau bayar dengan uang bermiliyar-miliyar banyaknya atau kau bandingkan dengan emas dan semua hartamu yang serba lux. Kehidupan hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang dapat berikan, tak ada yang lain keculi Ia. Kita semua tahu, kehidupan yang dianugerahkan-Nya hanya sekali di dunia ini, selanjutnya kita akan mendapatkan kehidupan yang kekal abadi setelah kita meninggalkan dunia ini.

Dalam hidup ini kita berperan sebagai Khalifah alias pemimpin. Tentu saja semua harus dimulai dari memimpin diri sendiri. Dalam hidup yang kita jalani, kita temukan banyak sesuatu. Entah itu konflik, kebahagiaan, kesedihaan dan sebagainya dan semua itu berjalan seperti sebuah cerita yang telah diskenario karena hidup kita juga berjalan melalui takdir yang telah ditentukan-Nya seakan seperti sebuah skenario cerita.

Terkadang kita mengalami dan merasakan yang namanya kebahagiaan, seketika kita bisa tersenyum manis ataupun tertawa. Hati pun menjadi lega rasanya dan kita merasa menjadi orang paling beruntung di dunia. Tapi, tentu kita juga mengalami yang namanya kesedihan, kita menjadi murung, untuk tersenyum manis dan ikhlas sedikit saja tak mampu, tubuh tak berdaya dan seakan menjadi orang paling malang sedunia. Ya, hidup kita terombang-ambing, seperti ombak yang kadang naik dan kadang surut, seperti cabang-cabang pohon, serta jalan yang penuh liku.

Kita hidup di dunia juga tidak sendiri, ada banyak sekali makhluk hidup yang juga hidup di dunia ini. Tentunya kita tak bisa selalu menjadi makhluk individu, kita dituntut untuk juga menjadi makhluk sosial. Tapi, tak jarang kita temukan manusia yang merasa dirinya hebat dan tak butuh bantuan manusia lain, yang tak peduli pada manusia yang lain, dan kita tahu itu namanya egois dan sok. Ya, seakan dunia ini hanyalah miliknya.

Teman, terkadang kita hidup di dunia ini juga tak mensyukuri apa yang telah diberi. Kita tak sanggup untuk menghadapi segala halang rintang dan cobaan yang terus menghujam diri kita. Sakit rasanya, seperti jatuh ke dalam jurang yang dalam dan gelap. Tak sanggup lagi untuk meneruskan hidup, dan jalan terakhir yang terpikirkan adalah bunuh diri. Sebenarnya bunuh diri itu tak akan menyelesaikan masalah. Mungkin di dunia memang tak merasakannya lagi, tapi bagaimana di akhirat? Apa sudah lolos? Apa sudah menghembuskan nafas lega? Sadarlah, itu malah menambah parah keadaan! Manusia yang baik akan ikhlas dan berusaha menghadapi cobaan itu sekuat mungkin, karena itu adalah bagian dari kehidupan, karena setelahnya pasti kebahagiaan datang menghampiri kita.

Teman, hidup adalah anugerah, hidup itu indah. Entah itu baik atau buruk, tapi ingatlah! Seburuk-buruknya hidup kita juga pasti punya sisi positif. Hidup kita itu seimbang, jadi gak selamanya bahagia karena disaat kita bahagia itu hanya bagian dari hidup dan selanjutnya pasti merasakan kesedihan dan itu namanya cobaan. Perlu kita ketahui, jalani hidup ini sebaik mungkin. Jangan menyerah dan patah semangat seperti sampah yang terombang-ambing di lautan, terbawa ombak tak berdaya seakan sudah menyerah pada nasib. Kita harus kuat, jangan pernah takut untuk jalani hidup. Tetaplah semangat, teruslah beribadah, teruslah belajar, dan teruslah berkarya, selama kamu masih bisa bernafas, selama kamu masih bisa melakukan hal yang positif, selama itulah kamu bisa isi hari-harimu dengan sesuatu yang indah. :)



Putri Kartika Sari

Sabtu, 12 Maret 2011

Ketika Kita Menjadi Orang Miskin Hati

Miskin? Ya, miskin yang saya maksud bukanlah miskin harta melainkan miskin hati. Maksudnya miskin hati itu seperti apa? Kalau miskin materi atau harta kan biasanya kita gak punya apa-apa kayak mereka yang tinggal di rumah gedongan, kita gak punya mobil, gak punya rumah bagus, duit melimpah hanya impian, belanja ini itu juga hanya diangan saja. Lalu, miskin hati? Maksud dari miskin hati adalah hati kita dangkal, dangkal akan pikiran, dangkal akan perasaan peduli. Sebenarnya orang yang mengidap penyakit miskin hati itu udah ada sejak zaman dulu. Biasanya adalah mereka yang sombong dan merasa hebat, tidak mau memandang ke bawah, maunya ataaasss terus sampai lama-lama leher ini menjadi sakit, hehe...

Di dunia ini kita tak hanya hidup sendiri, kita ini selain makhluk individu juga makhluk sosial. Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Pikir secara logika, mana bisa manusia hidup sendiri, pasti sehebat-hebatnya orang juga bakal perlu bantuan orang lain. Contoh yang sederhana saja, orang jika sakit pasti perlu bantuan orang lain untuk mengobatinya dan orang itu adalah dokter, bayangkan jika di dunia ini tak ada seorangpun dokter atau orang yang mau menyembuhkan orang lain, pasti bakalan repot jadinya. Nah, sayangnya orang yang miskin hati ini tidak menerapkan hal ini! Mereka gak peduli kalau mereka berdampingan dengan orang lain, mereka cuek bebek ketika bertemu orang yang lebih rendah darinya jika diukur lewat materi, ketika orang lain membutuhkan belas kasihan dan amal mereka orang miskin hati hanya melenggang kangkung tanpa peduli, rasanya kayak udah mati rasa!

Contoh orang miskin hati, mati rasa, lihat ia melanggar peraturan yang tertulis di spanduk, sama sekali gk malu


Orang mengendarai kendaraan, eh tiba-tiba menabrak orang! Orang yang menabrak tersebut ketakutan lalu melarikan diri dengan kendaraannya dan biasa disebut tabrak lari. Nah, ini udah termasuk miskin hati, mati rasa. Bayangkan, ia menabrak orang lain dan hal ini sudah termasuk kewajibannya untuk menolong orang yang ditabrak. Tapi, ia malah lari dari tanggung jawab, gak peduli, gak mikir bagaimana nasib orang yang ditabraknya nanti, bagaimana keluarganya nanti dan sebagainya.


Orang miskin hati alias egois bagaikan bayangan hitam yang berjalan sendiri di lorong sepi yang gelap tanpa penerangan


Kembali kita jelaskan ke yang sangat sederhana. Jika kita melihat seonggok sampah di jalan, apa yang akan kita lakukan pada sampah tersebut walau hanya berupa bungkus coklat? Apa kita biarkan? Jalan terus melenggang kangkung cuek bebek yang penting bukan urusan? Itu salah teman! Harusnya jika kita peduli, ayolah luangkan waktu sedikit saja, ambil sampah tersebut dan buanglah pada tempatnya, jika kamu benar-benar peduli lingkungan. Tangan menjadi kotor? Namanya juga amal pasti harus ikhlas, kan nanti bisa cuci tangan, entah pakai air kemasan atau dari air keran jika ketemu, tapi bukan keran rumah orang loh!

Kembali kita renungkan, bagaimana jadinya kalau kita miskin hati? Gak peduli orang lain? Berdiri sendiri seenaknya? Gak mau membagi ilmu pada orang lain? Lalu kalau kita seperti itu, apa iya orang lain mau menerima kita? Apa iya orang lain mau membantu kita dikemudian hari? Apa iya hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat? Jawabannya tidak! Mengapa? Karena kita egois! Gak sadar hati kalau kita ini manusia biasa! Gak sadar kalau kita hidup dikelilingi oleh orang-orang! Lalu, tentu saja kita tak akan bahagia selamanya jika tak mengubah penyakit kita yang satu ini. Tenang dunk, miskin hati bukan penyakit langka yang sulit disembuhkan yang gak ada obatnya, pertama jika kau ingin sembuhkan adalah niatmu untuk berubah menjadi baik! Selanjutnya ikhtiar atau berusaha, Insya Allah kita semua menjadi orang yang dapat menjadi rahmat bagi yang lain. =)


Kita ambil contoh gambar dari sebuah cover buku, beginilah jadinya kalau kita tidak miskin hati, maka orang lain juga akan menghargai kita



Putri Kartika Sari
 

Template by BloggerCandy.com