Jumat, 20 Mei 2011
Senandung Bidadari Kecil
Suara kecil terdengar olehku
Suara merdu membuai hati
Lantunan nada tercipta
Betapa indah nan syahdu
Nada itu bak sihir hati
Getarkan rasaku
Sentuh hatiku
Luapkan jiwaku
Kulayangkan pandang ke luar jendela
Terperanjat akan sosok bidadari kecil
Rupa polos nan eloknya
Buatku bisu tak mengert
Senandung melodramatisnya
Cipatakan alunan nada bius suasana
Betapa dimainkan sepenuh hati
Seakan ada daya magis sang nada
Aku pun terbuai dalam samudra nada
Oh bidadari kecil
Rupamu jelita bak Dewi Khayangan
Senandung syahdumu mabukkanku
Kau buru rezeki dengan tubuh mungil
Walau hanya dendang kau pamerkan
Takjub kau buatku bidadari kecil
Bidadari kecil siapa kau
Gadis kecil siapa dirimu
Oh tak tegakah mereka perlakukanmu
Ingin kudekap hangat dirimu
Bersama dekapan senandungmu
♥•♥•♥•♥
Tercipta begitu kumelihat seorang gadis kecil yang melantukan lagu indah di jalan. Terik matahari tak dihiraukannya seakan telah menjadi sahabat karib. Sedih memang melihatnya, bagaimana bisa ia merasakan pedihnya kehidupan orang dewasa? Padahal saat ini adalah jam sekolah tetapi ia malah memeras keringat mengais nafkah di jalan dengan mengandalkan suara merdunya. Semoga ia dan anak-anak lainnya dapat temukan jalan kebahagiaan mereka, Amin.
Senin, 16 Mei 2011
•(♥).•*´¨`*•♥•(★)Hentakan Sang Mentari•(♥).•*´¨`*•♥•(★)
Berlari terjang secepat angin
Tembus dinginnya kegelapan
Lompati halang rintang
Tenggelam oleh hiruk pikuk malam
Tak peduli tatapan lirih
Terus berlari menanggung beban
Kristal bening bercucuran
Sabit tulus terlukis dalam rupamu
Seuntai senyum yang berharga
Tetap ada walau mereka mencercamu
Hidup adalah beban takdirmu
Kau jalani setulus mungkin
Nafkah halal kau buru
Permata berlian menantimu
Kaupun berkobar kokohkan hatimu
Tawa permatamu api merahmu
Tangis permatamu duri racunmu
Tak letih kau perangi nasib
Berantas pedihnya hidup
Hentakanmu bagai nada-nada kehidupan
Kaulah mentari permata berlianmu
Ayah hebat tiada tanding
Sebuah tulisan sederhana yang kupersembahkan untuk semua orang di dunia ini yang memikul beban sebagai seorang ayah dan terkhusus adalah ayahku. Tak ingin kunodai apa yang telah diberikannya padaku dan segala harapannya, kuingin semua orang tahu dan mengerti akan perjuangan keras seorang ayah yang menjadi mentari bagi keluarganya.
★·.·´¯`·.·★
Putri Kartika Sari
Kenapa Harus Ragu?
Hari ini memang adalah hari yang menyenangkan. Mengapa tidak? Aku libur! Belum lagi kelasku mendapat predikat juara 2 dalam lomba kebersihan seseantero sekolahku. Bagaimana tidak bangga coba untuk hal yang satu ini? Kelasku yang biasanya dikatakan sebagai kelas paling kotor, jorok dan sama sekali tak memancarkan kesan menyenangkan tiba-tiba bisa menyambar juara 2 dalam lomba kebersihan?! Sungguh mengejutkan dan sama sekali tak pernah terpikirkan olehku. Aku bahkan sempat ragu akan pengumuman itu. Aku merasa itu pasti ada kesalahan teknis, atau mungkin salah membacakan pengumuman. Tapi, bunga-bunga jatuh berhamburan seakan mengelilingiku, itu semua tidak salah! Hebat sekali, kata-kata bijak wali kelasku benar-benar manjur! Kuingat kembali ucapan beliau yang benar-benar menyihir hati dan pikiran itu....
" Kenapa harus ragu? Mungkin kita memang selalu mendapat predikat jelek itu karena ulah kita sendiri. Tapi, bukan berarti kita tak bisa menjungkir balikkan itu semua, asal kita mau berusaha mengubahnya dan punya tekad untuk membuktikannya semua pasti akan berhasil! Jangan pernah berputus asa atas apa yang kau dapat jika hal itu masih bisa kau perjuangkan, melangkah untuk menjadi lebih baik lagi, mengapa harus ragu?"
Ya, dahsyat bukan kata-kata itu. Begitu menyihir dan meluapkan semangat. Itulah hebatnya seorang guru. Oh, iya by the way soal masalah "Kenapa harus ragu?" Aku juga punya kisah menarik nih. Belum lama ini aku dipilih guruku untuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade sains fisika tingat sekabupaten. Awalnya aku bingung, kok bisa-bisanya aku dipilih mengikuti olimpiade fisika itu sedangkan aku merasa fisika-ku kurang bagus. Malah anehnya lagi, teman sekelasku yang jago fisika tidak diikut sertakan dalam olimpiade tersebut, malah dilombakan dalam olimpiade IPS. Benar-benar mengherankan, keraguanku menyelimuti diriku. Memangnya aku bisa melaksanakannya? Sedangkan aku lebih menyukai biologi. Apa iya aku harus berkecamuk dengan berbagai rumus dan perhitungan serta teori-teori yang njelimet sementara aku tidak begitu ahli?
Usut punya usut, aku pun menemukan jawabannya! Aku sempat melihat daftar nilai fisika kelasku milik guru fisikaku itu. Licik? Tidak! Aku telah mendapatkan izin dari guruku untuk melihat nilai-nilai fisika tersebut. Kau tahu apa yang terjadi? Seketika dadaku bergemuruh, nilai-nilai itu! Aku mengerti sekarang mengapa guruku memilihku. Mungkin selama ini aku tidak merasakannya tapi guruku tahu semua. Satu keraguan berhasil hancur berkeping-keping dalam pikiranku. Lalu bagaimana aku menjalaninya:? Ayolah, aku berusaha sebaik mungkin. Win or lose? That's not big problem but I already hardwork and I get new good experience now.
Well, keraguan muncul karena kita tidak tahu. Kita tidak yakin, walau sudah berusaha keras tapi jika tidak disertai keyakinan yang kuat itu akan percuma karena keraguan akan selalu membayangi kita. Bukan bermaksud sombong coz aku tak kurangnya dari anak ingusan yang tak terlalu mengenal dunia. Tak ubahnya ulat dalam kepompong yang sedang berusaha mengubah dirinya menjadi kupu-kupu cantik nan jelita. Tapi, namanya juga manusia, serendah apapun kita, selemah apapun diri kita bukan berarti tak bisa berbagi dan mencoba untuk membuka pikiran bukan? Mungkin ini belum seberapa tapi inilah yang bisa kuberikan untuk kalian. Cobalah untuk memahami kalimat atau pertanyaan " Kenapa harus ragu?" Padahal sesungguhnya kita bisa, maka kau pasti akan temukan jalanmu.
" Kenapa harus ragu? Mungkin kita memang selalu mendapat predikat jelek itu karena ulah kita sendiri. Tapi, bukan berarti kita tak bisa menjungkir balikkan itu semua, asal kita mau berusaha mengubahnya dan punya tekad untuk membuktikannya semua pasti akan berhasil! Jangan pernah berputus asa atas apa yang kau dapat jika hal itu masih bisa kau perjuangkan, melangkah untuk menjadi lebih baik lagi, mengapa harus ragu?"
Ya, dahsyat bukan kata-kata itu. Begitu menyihir dan meluapkan semangat. Itulah hebatnya seorang guru. Oh, iya by the way soal masalah "Kenapa harus ragu?" Aku juga punya kisah menarik nih. Belum lama ini aku dipilih guruku untuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade sains fisika tingat sekabupaten. Awalnya aku bingung, kok bisa-bisanya aku dipilih mengikuti olimpiade fisika itu sedangkan aku merasa fisika-ku kurang bagus. Malah anehnya lagi, teman sekelasku yang jago fisika tidak diikut sertakan dalam olimpiade tersebut, malah dilombakan dalam olimpiade IPS. Benar-benar mengherankan, keraguanku menyelimuti diriku. Memangnya aku bisa melaksanakannya? Sedangkan aku lebih menyukai biologi. Apa iya aku harus berkecamuk dengan berbagai rumus dan perhitungan serta teori-teori yang njelimet sementara aku tidak begitu ahli?
Usut punya usut, aku pun menemukan jawabannya! Aku sempat melihat daftar nilai fisika kelasku milik guru fisikaku itu. Licik? Tidak! Aku telah mendapatkan izin dari guruku untuk melihat nilai-nilai fisika tersebut. Kau tahu apa yang terjadi? Seketika dadaku bergemuruh, nilai-nilai itu! Aku mengerti sekarang mengapa guruku memilihku. Mungkin selama ini aku tidak merasakannya tapi guruku tahu semua. Satu keraguan berhasil hancur berkeping-keping dalam pikiranku. Lalu bagaimana aku menjalaninya:? Ayolah, aku berusaha sebaik mungkin. Win or lose? That's not big problem but I already hardwork and I get new good experience now.
Well, keraguan muncul karena kita tidak tahu. Kita tidak yakin, walau sudah berusaha keras tapi jika tidak disertai keyakinan yang kuat itu akan percuma karena keraguan akan selalu membayangi kita. Bukan bermaksud sombong coz aku tak kurangnya dari anak ingusan yang tak terlalu mengenal dunia. Tak ubahnya ulat dalam kepompong yang sedang berusaha mengubah dirinya menjadi kupu-kupu cantik nan jelita. Tapi, namanya juga manusia, serendah apapun kita, selemah apapun diri kita bukan berarti tak bisa berbagi dan mencoba untuk membuka pikiran bukan? Mungkin ini belum seberapa tapi inilah yang bisa kuberikan untuk kalian. Cobalah untuk memahami kalimat atau pertanyaan " Kenapa harus ragu?" Padahal sesungguhnya kita bisa, maka kau pasti akan temukan jalanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Jumat, 20 Mei 2011
Senandung Bidadari Kecil
Suara kecil terdengar olehku
Suara merdu membuai hati
Lantunan nada tercipta
Betapa indah nan syahdu
Nada itu bak sihir hati
Getarkan rasaku
Sentuh hatiku
Luapkan jiwaku
Kulayangkan pandang ke luar jendela
Terperanjat akan sosok bidadari kecil
Rupa polos nan eloknya
Buatku bisu tak mengert
Senandung melodramatisnya
Cipatakan alunan nada bius suasana
Betapa dimainkan sepenuh hati
Seakan ada daya magis sang nada
Aku pun terbuai dalam samudra nada
Oh bidadari kecil
Rupamu jelita bak Dewi Khayangan
Senandung syahdumu mabukkanku
Kau buru rezeki dengan tubuh mungil
Walau hanya dendang kau pamerkan
Takjub kau buatku bidadari kecil
Bidadari kecil siapa kau
Gadis kecil siapa dirimu
Oh tak tegakah mereka perlakukanmu
Ingin kudekap hangat dirimu
Bersama dekapan senandungmu
♥•♥•♥•♥
Tercipta begitu kumelihat seorang gadis kecil yang melantukan lagu indah di jalan. Terik matahari tak dihiraukannya seakan telah menjadi sahabat karib. Sedih memang melihatnya, bagaimana bisa ia merasakan pedihnya kehidupan orang dewasa? Padahal saat ini adalah jam sekolah tetapi ia malah memeras keringat mengais nafkah di jalan dengan mengandalkan suara merdunya. Semoga ia dan anak-anak lainnya dapat temukan jalan kebahagiaan mereka, Amin.
Senin, 16 Mei 2011
•(♥).•*´¨`*•♥•(★)Hentakan Sang Mentari•(♥).•*´¨`*•♥•(★)
Berlari terjang secepat angin
Tembus dinginnya kegelapan
Lompati halang rintang
Tenggelam oleh hiruk pikuk malam
Tak peduli tatapan lirih
Terus berlari menanggung beban
Kristal bening bercucuran
Sabit tulus terlukis dalam rupamu
Seuntai senyum yang berharga
Tetap ada walau mereka mencercamu
Hidup adalah beban takdirmu
Kau jalani setulus mungkin
Nafkah halal kau buru
Permata berlian menantimu
Kaupun berkobar kokohkan hatimu
Tawa permatamu api merahmu
Tangis permatamu duri racunmu
Tak letih kau perangi nasib
Berantas pedihnya hidup
Hentakanmu bagai nada-nada kehidupan
Kaulah mentari permata berlianmu
Ayah hebat tiada tanding
Sebuah tulisan sederhana yang kupersembahkan untuk semua orang di dunia ini yang memikul beban sebagai seorang ayah dan terkhusus adalah ayahku. Tak ingin kunodai apa yang telah diberikannya padaku dan segala harapannya, kuingin semua orang tahu dan mengerti akan perjuangan keras seorang ayah yang menjadi mentari bagi keluarganya.
★·.·´¯`·.·★
Putri Kartika Sari
Kenapa Harus Ragu?
Hari ini memang adalah hari yang menyenangkan. Mengapa tidak? Aku libur! Belum lagi kelasku mendapat predikat juara 2 dalam lomba kebersihan seseantero sekolahku. Bagaimana tidak bangga coba untuk hal yang satu ini? Kelasku yang biasanya dikatakan sebagai kelas paling kotor, jorok dan sama sekali tak memancarkan kesan menyenangkan tiba-tiba bisa menyambar juara 2 dalam lomba kebersihan?! Sungguh mengejutkan dan sama sekali tak pernah terpikirkan olehku. Aku bahkan sempat ragu akan pengumuman itu. Aku merasa itu pasti ada kesalahan teknis, atau mungkin salah membacakan pengumuman. Tapi, bunga-bunga jatuh berhamburan seakan mengelilingiku, itu semua tidak salah! Hebat sekali, kata-kata bijak wali kelasku benar-benar manjur! Kuingat kembali ucapan beliau yang benar-benar menyihir hati dan pikiran itu....
" Kenapa harus ragu? Mungkin kita memang selalu mendapat predikat jelek itu karena ulah kita sendiri. Tapi, bukan berarti kita tak bisa menjungkir balikkan itu semua, asal kita mau berusaha mengubahnya dan punya tekad untuk membuktikannya semua pasti akan berhasil! Jangan pernah berputus asa atas apa yang kau dapat jika hal itu masih bisa kau perjuangkan, melangkah untuk menjadi lebih baik lagi, mengapa harus ragu?"
Ya, dahsyat bukan kata-kata itu. Begitu menyihir dan meluapkan semangat. Itulah hebatnya seorang guru. Oh, iya by the way soal masalah "Kenapa harus ragu?" Aku juga punya kisah menarik nih. Belum lama ini aku dipilih guruku untuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade sains fisika tingat sekabupaten. Awalnya aku bingung, kok bisa-bisanya aku dipilih mengikuti olimpiade fisika itu sedangkan aku merasa fisika-ku kurang bagus. Malah anehnya lagi, teman sekelasku yang jago fisika tidak diikut sertakan dalam olimpiade tersebut, malah dilombakan dalam olimpiade IPS. Benar-benar mengherankan, keraguanku menyelimuti diriku. Memangnya aku bisa melaksanakannya? Sedangkan aku lebih menyukai biologi. Apa iya aku harus berkecamuk dengan berbagai rumus dan perhitungan serta teori-teori yang njelimet sementara aku tidak begitu ahli?
Usut punya usut, aku pun menemukan jawabannya! Aku sempat melihat daftar nilai fisika kelasku milik guru fisikaku itu. Licik? Tidak! Aku telah mendapatkan izin dari guruku untuk melihat nilai-nilai fisika tersebut. Kau tahu apa yang terjadi? Seketika dadaku bergemuruh, nilai-nilai itu! Aku mengerti sekarang mengapa guruku memilihku. Mungkin selama ini aku tidak merasakannya tapi guruku tahu semua. Satu keraguan berhasil hancur berkeping-keping dalam pikiranku. Lalu bagaimana aku menjalaninya:? Ayolah, aku berusaha sebaik mungkin. Win or lose? That's not big problem but I already hardwork and I get new good experience now.
Well, keraguan muncul karena kita tidak tahu. Kita tidak yakin, walau sudah berusaha keras tapi jika tidak disertai keyakinan yang kuat itu akan percuma karena keraguan akan selalu membayangi kita. Bukan bermaksud sombong coz aku tak kurangnya dari anak ingusan yang tak terlalu mengenal dunia. Tak ubahnya ulat dalam kepompong yang sedang berusaha mengubah dirinya menjadi kupu-kupu cantik nan jelita. Tapi, namanya juga manusia, serendah apapun kita, selemah apapun diri kita bukan berarti tak bisa berbagi dan mencoba untuk membuka pikiran bukan? Mungkin ini belum seberapa tapi inilah yang bisa kuberikan untuk kalian. Cobalah untuk memahami kalimat atau pertanyaan " Kenapa harus ragu?" Padahal sesungguhnya kita bisa, maka kau pasti akan temukan jalanmu.
" Kenapa harus ragu? Mungkin kita memang selalu mendapat predikat jelek itu karena ulah kita sendiri. Tapi, bukan berarti kita tak bisa menjungkir balikkan itu semua, asal kita mau berusaha mengubahnya dan punya tekad untuk membuktikannya semua pasti akan berhasil! Jangan pernah berputus asa atas apa yang kau dapat jika hal itu masih bisa kau perjuangkan, melangkah untuk menjadi lebih baik lagi, mengapa harus ragu?"
Ya, dahsyat bukan kata-kata itu. Begitu menyihir dan meluapkan semangat. Itulah hebatnya seorang guru. Oh, iya by the way soal masalah "Kenapa harus ragu?" Aku juga punya kisah menarik nih. Belum lama ini aku dipilih guruku untuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade sains fisika tingat sekabupaten. Awalnya aku bingung, kok bisa-bisanya aku dipilih mengikuti olimpiade fisika itu sedangkan aku merasa fisika-ku kurang bagus. Malah anehnya lagi, teman sekelasku yang jago fisika tidak diikut sertakan dalam olimpiade tersebut, malah dilombakan dalam olimpiade IPS. Benar-benar mengherankan, keraguanku menyelimuti diriku. Memangnya aku bisa melaksanakannya? Sedangkan aku lebih menyukai biologi. Apa iya aku harus berkecamuk dengan berbagai rumus dan perhitungan serta teori-teori yang njelimet sementara aku tidak begitu ahli?
Usut punya usut, aku pun menemukan jawabannya! Aku sempat melihat daftar nilai fisika kelasku milik guru fisikaku itu. Licik? Tidak! Aku telah mendapatkan izin dari guruku untuk melihat nilai-nilai fisika tersebut. Kau tahu apa yang terjadi? Seketika dadaku bergemuruh, nilai-nilai itu! Aku mengerti sekarang mengapa guruku memilihku. Mungkin selama ini aku tidak merasakannya tapi guruku tahu semua. Satu keraguan berhasil hancur berkeping-keping dalam pikiranku. Lalu bagaimana aku menjalaninya:? Ayolah, aku berusaha sebaik mungkin. Win or lose? That's not big problem but I already hardwork and I get new good experience now.
Well, keraguan muncul karena kita tidak tahu. Kita tidak yakin, walau sudah berusaha keras tapi jika tidak disertai keyakinan yang kuat itu akan percuma karena keraguan akan selalu membayangi kita. Bukan bermaksud sombong coz aku tak kurangnya dari anak ingusan yang tak terlalu mengenal dunia. Tak ubahnya ulat dalam kepompong yang sedang berusaha mengubah dirinya menjadi kupu-kupu cantik nan jelita. Tapi, namanya juga manusia, serendah apapun kita, selemah apapun diri kita bukan berarti tak bisa berbagi dan mencoba untuk membuka pikiran bukan? Mungkin ini belum seberapa tapi inilah yang bisa kuberikan untuk kalian. Cobalah untuk memahami kalimat atau pertanyaan " Kenapa harus ragu?" Padahal sesungguhnya kita bisa, maka kau pasti akan temukan jalanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)




