Pages

Sabtu, 31 Maret 2012

Mari Kita Bergandengan Tangan ( Te Wo Tsunagou- Ayaka )

Halo, apa kabar? Ogenki desu ka? Semoga baik, ya! Alhamdulillah saya baik. Akhi-akhir ini hari saya full of exams! Apa boleh buat saya akan mengikuti ujian nasional sih. Saya jarang nge-post di blog tapi saya akan coba kali ini. Sudah lama saya tidak menulis mengenai lyric quote. Mari kita bergandengan tangan yang merupakan arti dari judul "Te Wo Tsunagou" dari Ayaka akan menjadi quote kali ini. Jika kalian pernah menonton Doraemon The Movie "Nobita and The Green Giant Tree" pasti kalian pernah mendengar lagu ini karena menjadi soundtrack-nya. Oke, saya rekomendasikan lagu ini pada kalian. Lagu ini benar-benar menyentuh.


Mari Kita Bergandengan Tangan


Ketika aku menusuk telingaku, aku bisa mendengar
Suara tawa dan air mata.
Semua orang yang hidup di sekitarmu, cintaku.
Seorang diri aku tersesat dalam perjalanan
Untuk menyeberangi lautan luas.
Mari kita berjalan bersama-sama untuk mencari cahaya yang bersinar.
Ketika kita bertemu kita saling berpelukan dan berbagi kelemahan yang sama.

Aku ingin tahu apakah sesuatu yang disebut kekekalan ada.
Ketika aku berpikir tentang masa depan, aku menjadi takut tapi
karena mimpi ini akan selalu terus berlanjut,
Mari kita bergandengan tangan.

Meskipun hatiku memanggil
Kau berpura-pura bahwa kau tidak dapat mendengarnya.
Kau hanya mencari di depanmu sambil berjalan.
Tertawa di foto itu,
Apakah kau membayangkan bagaimana hari ini akan menjadi seperti itu?

Beberapa hal yang sulit dikatakan.
Kau kehilangan suaramu dan tidak dapat didengar.
Tapi aku akan selalu terus menelepon.

Karena ketika pikiran tumpang tindih dan berkembang
Sebuah kekuatan besar lahir.

Aku ingin tahu apakah sesuatu yang disebut kekekalan ada.
Ketika aku berpikir tentang masa depan aku menjadi takut tapi,
karena mimpi ini akan selalu selalu terus ... pasti.

Aku ingin tahu apakah aku akan bertemu kamu ketika aku terbang ke langit ini,
Membawaku ke tempat kau berada ketika aku sudah menangis.
Karena jika kau selalu selalu percaya padaku, aku dapat mencapai segalanya.
Mari kita bergandengan tangan

Kamis, 08 Maret 2012

Ketika Kamu Tidak Percaya dengan Mimpi

Example story ~....~

Rina sedang berbicara dengan temannya, Sovi. Mereka berdua adalah teman akrab sejak kecil. Tak ada satu pun rahasia diri yang mereka sembunyikan. Entahlah, seperti saudara kembar mungkin. Sovi bercerita mengenai kakaknya yang akan pergi ke Jepang untuk melanjutkan study-nya. Ia begitu bersemangat. Ia pun nantinya juga akan melanjutkan study ke luar negeri. Baginya, belajar di luar negeri adalah suatu kebanggaan tersendiri. Rina mendengarkannya, namun dalam hati timbul rasa lemah dalam dirinya.

Ia tahu benar kalau keluarga Sovi adalah keluarga yang serba kecukupan. Mereka adalah orang yang statusnya jauh lebih tinggi dibanding dirinya yang sangat sederhana. Tidak heran kalau kakak Sovi bisa melanjutkan study ke luar negeri. Hal itu menciutkan hati Rina. Dalam hatinya ia juga ingin sekali bisa melanjutkan study ke Jepang. Ia selalu mengatakan hal itu pada orang tuanya. Orang tua-nya pun sangat senang. Namun, Rina tahu bahwa dalam hati kedua orang tua-nya ada rasa khawatir karena mereka tidak punya cukup biaya.

Rina sempat punya rencana untuk bisa mendapatkan beasiswa, tapi ia sadar di luar sana banyak sekali orang-orang yang jauh lebih pintar darinya juga mengincar beasiswa itu. Hal itu membuat Rina down dan memutuskan untuk mencampakkan mimpinya. Baginya, mimpi itu terlalu tinggi. Ia takut mengalami kegagalan fatal dan menyesal nantinya. Dengan kata lain, ia sudah kalah sebelum berperang.

~...~




Nah, cerita di atas hanyalah imajinasi saya yang berhubungan dengan tema kali ini. Saya berpikir banyak sekali orang di luar sana yang punya mimpi maupun cita-cita. Namun, takut untuk mewujudkannya. Banyak kendala yang mereka hadapi sehingga mereka memutuskan untuk membuang cita-cita mulia mereka. Sayang sekali, masih banyak yang beranggapan bermimpi itu adalah hal konyol seperti anak-anak yang senang berimajinasi. Mereka bilang terlalu banyak berkhayal dan tidak mungkin akan kesampaian. Dengan kata lain itu semua tidak real!

But, wait!

Siapa bilang bermimpi itu adalah hal sia-sia? Hal konyol?

Andrea Hirata sang penulis novel terkenal "Laskar Pelangi" pernah berkata, "Bermimpilah, maka Tuhan akan menjemput mimpimu".
Nah, bener kan? Tuhan Yang Maha Esa itu adil dan sangat baik sama kita. Kita punya cita-cita besar yang positif, masak sih diabaikan begitu aja sama Sang Pencipta? Tapi, tentunya kalau punya mimpi ya gak hanya buat jadi bunga tidur doang. Tentunya kita juga harus ikhtiar, iya gak?

Ada lagi nih saya pernah nemu kata-kata ini tapi lupa dari siapa. "Jangan takut untuk bermimpi, karena orang yang tak punya mimpi berarti tidak punya cita-cita dan masa depan."
Untuk apa bermimpi? Tentu saja mimpi itu seperti sebuah tujuan yang akan kita capai. Coba deh, bayangkan kamu lagi pergi naik mobil ke suatu daerah. Tapi, kamu tidak punya tujuan akan kemana, aneh bukan. Ending-nya kamu cuma bakal muter-muter gak jelas di daerah itu. Seperti itulah orang yang tidak punya mimpi, tidak punya tujuan. Masa depannya buram tidak tahu harus bagaimana. Akhirnya karena tidak punya sesuatu untuk dituju akan menjadi sebuah kegagalan dan sia-sia.

Orang bilang boleh saja bermimpi asal jangan terlalu tinggi atau muluk. Bermimpilah sesuai dengan kemampuan, sehingga jika nanti jatuh tidak menimbulkan kesakitan. Oke, saya rasa itu benar. Tapi, bukan berarti kita dibatasi untuk bermimpi.

Tahu JK. Rowling? Sang novelis terkenal seantero dunia "Harry Potter". Sebelumnya beliau adalah tunawisma alias tidak punya rumah. Demi merawat putri-putrinya, beliau rela melakukan kejahatan di depan polisi hanya untuk ditangkap dan mendapat tempat berteduh! Hal itu dilakukannya terus menerus sampai akhirnya beliau berpikir bahwa hidup tidak bisa terus seperti ini. Beliau punya imajinasi luar biasa yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Lama-kelamaan tulisannya itu menjadi terkenal dan lahirlah "Harry Potter". Orang yang tidak memiliki apa pun hanya dengan kemauan dan mimpinya yang besar akhirnya bisa menjadi orang sukses, bagaimana dengan kita?

Satu lagi nih, tahu Novel "Negeri 5 Menara"? Saat ini sedang booming di Indonesia. Kalau kalian perhatikan baik-baik moral yang terkandung di dalamnya, kalian akan temukan kalimat dalam Bahasa Arab "Man jadda wa jadda".
Kalimat itu pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Apa artinya? Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil! Punya mimpi? Ingin hal itu terwujud? Salah satu jawabannya adalah dengan bersungguh-sungguh! Tentu saja bersungguh-sungguh dalam meraih mimpi! Jangan pikir kalau orang miskin tidak punya kesempatan untuk mewujudkan impian mereka. Who knows? Justru orang miskin yang punya impian besar dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya, maka mereka punya kesempatan yang jauh lebih besar daripada orang kaya super berduit yang tidak punya ambisius untuk mewujudkan impiannya.

Saya pikir hanya ini yang dapat saya sampaikan sekarang. Kembali pada diri kita masing-masing. Kita punya mimpi. Kita ingin mimpi itu terwujud. Bagaimana cara kita mewujudkannya itulah yang terpenting. Oh, iya! Apa pun yang terjadi jangan sampai segala sesuatu membuat kita takabur atau sombong. See you later~

Sabtu, 07 Januari 2012

Belajar dari Pengalaman

Aaahh.... Maaf kalo akhir-akhir ini jarang banget update blog. Kesibukan sekolah apalagi saya mau UAN nih, jadi harus belajar ekstra. Tapi, saya akan coba deh untuk mengisi blog walau hanya sedikit.


Kemarin saya sempat mengikuti TPM (Tes Pendalaman Materi) pertama untuk persiapan UAN di sekolah saya. Padahal waktu itu baru saja pulang dari study tour dan badan saya tidak enak. Yah, sakit mendadak ketika perjalanan pulang dan ketika sampai di rumah rasa sakit itu semakin menjalar. Saya tidak sempat belajar dengan baik dan hanya memanfaatkan banyak waktu untuk istirahat.

Nah, dua hari setelahnya saya mengikuti TPM. Waktu itu pikiran saya benar-benar kacau, susah untuk mengerjakan soal-soal yang ada apalagi hari pertama adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Saya berusaha untuk mengerjakannya sebaik mungkin, saya tidak peduli bagaimana hasilnya nanti.

Ketika hari pengumuman TPM pertama tiba, sesuai dugaan saya bahwa peringkat saya turun. Hahh... tetapi nilai Bahasa Indonesia dan Inggris saya baik. Walau begitu tetap saja tak sebaik nilai saya yang biasanya. (TToTT)

Wali kelas dan guru saya yang lain tetap menyemangati saya. Mereka bilang saya harus bisa menaikkan kembali prestasi dan nilai-nilainya. Ini baru TPM pertama, masih ada TPM-TPM lain yang harus dihadapi. Satu hal saja yang kelihatannya jelek jangan sampai membuat kita putus asa. Masih ada kesempatan, kalau mau berusaha lebih keras lagi maka Insya Allah hasilnya akan lebih baik. Berikut ini adalah nasihat-nasihat dari guru yang saya ingat, hehehe....

Guru Bahasa Indonesia : Menurut saya, nilai seperti ini sudah cukup. Jika inilah yang memang bisa kamu dapatkan. Tapi, bukan berarti kita puas. Boleh kok kita bermimpi mendapatkan nilai bagus, tapi jangan terlalu berharap. Jika misalnya kau mendapat nilai 8,60 maka berpikirlah untuk menambahnya sedikit saja, tidak perlu terlalu tinggi. Misalnya, berusaha untuk mengubahnya menjadi 8,65 atau 8,70. Berusahalah sedikit demi sedikit, sebenarnya ikut les di luar sekolah itu tidak perlu karena les atau tambahan jam belajar di sekolah sudah cukup. Kamu butuh istirahat juga, tapi jika kamu merasa benar-benar sangat membutuhkan les ya silahkan saja. Jangan sampai membuatmu kecewa dengan hasilmu selanjutnya. Tetap semangat!!!

Guru IPS : Mendapat nilai jelek bukan berarti semua tamat. Belajar lebih tekun lagi adalah kuncinya. Kamu lihat saja, dia (salah satu teman seangkatan saya di sekolah) bisa meraih peringkat kedua di TPM pertama padahal ketika Ujian Semester 1 kemarin mendapat peringkat rendah. Kenapa dia bisa maju? Mungkin karena semangatnya untuk memperbaiki nilainya sangat tinggi, jadi kamu pun bisa.

Guru Bahasa Inggris : Bapak berharap kamu mendapat nilai maksimal diBahasa Inggris, tapi yah... Kamu tidak bisa mendapatkan nilai itu karena kurang teliti. Mengerjakan soal Bahasa Inggris tidak perlu dengan cara lama alias menerjemahkan. Bagaimana jika kamu tidak tahu artinya? Sulit bukan? Maka cukup dengan logika, cara-cara dan ketelitian. Kamu sebenarnya telah menguasai cara-cara itu tapi sayangnya... Kurang teliti. Ini bukan hanya untuk kamu tapi semua, janganlah kita merasa benar-benar bisa mengerjakannya ataupun merasa tidak bisa. Relax saja, belajar lagi ya... (Hehehehe)

Guru TIK : UAN itu tidak lama lagi, saatnya benar-benar bersungguh-sungguh dalam belajar. Jika lulus tetapi tidak mendapat nilai yg baik maka akan susah untuk mencari sekolah lanjutan. Makanya dari sekarang lebih meningkatkan semangat. Setidaknya NEM-mu nanti harus lebih tinggi beberapa angka dari NEM ketika SD. Jangan kecewakan orang tuamu. Mereka bersusah payah mencari nafkah untuk melihatmu berhasil. Coba pikirkan, apa yang bisa kamu lakukan untuk mereka?


Yaahhh... segitu dulu deh, saya harap apa yang saya tulis ini bisa memberi motivasi pada kalian terutama yang mau mengikuti UAN atau ujian seperti saya \(^o^ )/ Percayalah, kamu bisa mendapat hasil maksimal kalau mau belajar, berusaha, dan beribadah jangan lupa!

Satu lagi pesan dari Guru Pendidikan Agama Islam saya!

Kunci sukses :
T==> Try

E==> Error

T==> Try

E==> Error

S==> Success.

Yup, terus mencoba pasti awalnya gagal, coba lagi belajar dari pengalaman maka endingnya pasti SUKSES. Jangan lupa yah shalat dan sabar, Insya Allah bisa! (^w^ )/

Sabtu, 31 Maret 2012

Mari Kita Bergandengan Tangan ( Te Wo Tsunagou- Ayaka )

Halo, apa kabar? Ogenki desu ka? Semoga baik, ya! Alhamdulillah saya baik. Akhi-akhir ini hari saya full of exams! Apa boleh buat saya akan mengikuti ujian nasional sih. Saya jarang nge-post di blog tapi saya akan coba kali ini. Sudah lama saya tidak menulis mengenai lyric quote. Mari kita bergandengan tangan yang merupakan arti dari judul "Te Wo Tsunagou" dari Ayaka akan menjadi quote kali ini. Jika kalian pernah menonton Doraemon The Movie "Nobita and The Green Giant Tree" pasti kalian pernah mendengar lagu ini karena menjadi soundtrack-nya. Oke, saya rekomendasikan lagu ini pada kalian. Lagu ini benar-benar menyentuh.


Mari Kita Bergandengan Tangan


Ketika aku menusuk telingaku, aku bisa mendengar
Suara tawa dan air mata.
Semua orang yang hidup di sekitarmu, cintaku.
Seorang diri aku tersesat dalam perjalanan
Untuk menyeberangi lautan luas.
Mari kita berjalan bersama-sama untuk mencari cahaya yang bersinar.
Ketika kita bertemu kita saling berpelukan dan berbagi kelemahan yang sama.

Aku ingin tahu apakah sesuatu yang disebut kekekalan ada.
Ketika aku berpikir tentang masa depan, aku menjadi takut tapi
karena mimpi ini akan selalu terus berlanjut,
Mari kita bergandengan tangan.

Meskipun hatiku memanggil
Kau berpura-pura bahwa kau tidak dapat mendengarnya.
Kau hanya mencari di depanmu sambil berjalan.
Tertawa di foto itu,
Apakah kau membayangkan bagaimana hari ini akan menjadi seperti itu?

Beberapa hal yang sulit dikatakan.
Kau kehilangan suaramu dan tidak dapat didengar.
Tapi aku akan selalu terus menelepon.

Karena ketika pikiran tumpang tindih dan berkembang
Sebuah kekuatan besar lahir.

Aku ingin tahu apakah sesuatu yang disebut kekekalan ada.
Ketika aku berpikir tentang masa depan aku menjadi takut tapi,
karena mimpi ini akan selalu selalu terus ... pasti.

Aku ingin tahu apakah aku akan bertemu kamu ketika aku terbang ke langit ini,
Membawaku ke tempat kau berada ketika aku sudah menangis.
Karena jika kau selalu selalu percaya padaku, aku dapat mencapai segalanya.
Mari kita bergandengan tangan

Kamis, 08 Maret 2012

Ketika Kamu Tidak Percaya dengan Mimpi

Example story ~....~

Rina sedang berbicara dengan temannya, Sovi. Mereka berdua adalah teman akrab sejak kecil. Tak ada satu pun rahasia diri yang mereka sembunyikan. Entahlah, seperti saudara kembar mungkin. Sovi bercerita mengenai kakaknya yang akan pergi ke Jepang untuk melanjutkan study-nya. Ia begitu bersemangat. Ia pun nantinya juga akan melanjutkan study ke luar negeri. Baginya, belajar di luar negeri adalah suatu kebanggaan tersendiri. Rina mendengarkannya, namun dalam hati timbul rasa lemah dalam dirinya.

Ia tahu benar kalau keluarga Sovi adalah keluarga yang serba kecukupan. Mereka adalah orang yang statusnya jauh lebih tinggi dibanding dirinya yang sangat sederhana. Tidak heran kalau kakak Sovi bisa melanjutkan study ke luar negeri. Hal itu menciutkan hati Rina. Dalam hatinya ia juga ingin sekali bisa melanjutkan study ke Jepang. Ia selalu mengatakan hal itu pada orang tuanya. Orang tua-nya pun sangat senang. Namun, Rina tahu bahwa dalam hati kedua orang tua-nya ada rasa khawatir karena mereka tidak punya cukup biaya.

Rina sempat punya rencana untuk bisa mendapatkan beasiswa, tapi ia sadar di luar sana banyak sekali orang-orang yang jauh lebih pintar darinya juga mengincar beasiswa itu. Hal itu membuat Rina down dan memutuskan untuk mencampakkan mimpinya. Baginya, mimpi itu terlalu tinggi. Ia takut mengalami kegagalan fatal dan menyesal nantinya. Dengan kata lain, ia sudah kalah sebelum berperang.

~...~




Nah, cerita di atas hanyalah imajinasi saya yang berhubungan dengan tema kali ini. Saya berpikir banyak sekali orang di luar sana yang punya mimpi maupun cita-cita. Namun, takut untuk mewujudkannya. Banyak kendala yang mereka hadapi sehingga mereka memutuskan untuk membuang cita-cita mulia mereka. Sayang sekali, masih banyak yang beranggapan bermimpi itu adalah hal konyol seperti anak-anak yang senang berimajinasi. Mereka bilang terlalu banyak berkhayal dan tidak mungkin akan kesampaian. Dengan kata lain itu semua tidak real!

But, wait!

Siapa bilang bermimpi itu adalah hal sia-sia? Hal konyol?

Andrea Hirata sang penulis novel terkenal "Laskar Pelangi" pernah berkata, "Bermimpilah, maka Tuhan akan menjemput mimpimu".
Nah, bener kan? Tuhan Yang Maha Esa itu adil dan sangat baik sama kita. Kita punya cita-cita besar yang positif, masak sih diabaikan begitu aja sama Sang Pencipta? Tapi, tentunya kalau punya mimpi ya gak hanya buat jadi bunga tidur doang. Tentunya kita juga harus ikhtiar, iya gak?

Ada lagi nih saya pernah nemu kata-kata ini tapi lupa dari siapa. "Jangan takut untuk bermimpi, karena orang yang tak punya mimpi berarti tidak punya cita-cita dan masa depan."
Untuk apa bermimpi? Tentu saja mimpi itu seperti sebuah tujuan yang akan kita capai. Coba deh, bayangkan kamu lagi pergi naik mobil ke suatu daerah. Tapi, kamu tidak punya tujuan akan kemana, aneh bukan. Ending-nya kamu cuma bakal muter-muter gak jelas di daerah itu. Seperti itulah orang yang tidak punya mimpi, tidak punya tujuan. Masa depannya buram tidak tahu harus bagaimana. Akhirnya karena tidak punya sesuatu untuk dituju akan menjadi sebuah kegagalan dan sia-sia.

Orang bilang boleh saja bermimpi asal jangan terlalu tinggi atau muluk. Bermimpilah sesuai dengan kemampuan, sehingga jika nanti jatuh tidak menimbulkan kesakitan. Oke, saya rasa itu benar. Tapi, bukan berarti kita dibatasi untuk bermimpi.

Tahu JK. Rowling? Sang novelis terkenal seantero dunia "Harry Potter". Sebelumnya beliau adalah tunawisma alias tidak punya rumah. Demi merawat putri-putrinya, beliau rela melakukan kejahatan di depan polisi hanya untuk ditangkap dan mendapat tempat berteduh! Hal itu dilakukannya terus menerus sampai akhirnya beliau berpikir bahwa hidup tidak bisa terus seperti ini. Beliau punya imajinasi luar biasa yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Lama-kelamaan tulisannya itu menjadi terkenal dan lahirlah "Harry Potter". Orang yang tidak memiliki apa pun hanya dengan kemauan dan mimpinya yang besar akhirnya bisa menjadi orang sukses, bagaimana dengan kita?

Satu lagi nih, tahu Novel "Negeri 5 Menara"? Saat ini sedang booming di Indonesia. Kalau kalian perhatikan baik-baik moral yang terkandung di dalamnya, kalian akan temukan kalimat dalam Bahasa Arab "Man jadda wa jadda".
Kalimat itu pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Apa artinya? Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil! Punya mimpi? Ingin hal itu terwujud? Salah satu jawabannya adalah dengan bersungguh-sungguh! Tentu saja bersungguh-sungguh dalam meraih mimpi! Jangan pikir kalau orang miskin tidak punya kesempatan untuk mewujudkan impian mereka. Who knows? Justru orang miskin yang punya impian besar dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya, maka mereka punya kesempatan yang jauh lebih besar daripada orang kaya super berduit yang tidak punya ambisius untuk mewujudkan impiannya.

Saya pikir hanya ini yang dapat saya sampaikan sekarang. Kembali pada diri kita masing-masing. Kita punya mimpi. Kita ingin mimpi itu terwujud. Bagaimana cara kita mewujudkannya itulah yang terpenting. Oh, iya! Apa pun yang terjadi jangan sampai segala sesuatu membuat kita takabur atau sombong. See you later~

Sabtu, 07 Januari 2012

Belajar dari Pengalaman

Aaahh.... Maaf kalo akhir-akhir ini jarang banget update blog. Kesibukan sekolah apalagi saya mau UAN nih, jadi harus belajar ekstra. Tapi, saya akan coba deh untuk mengisi blog walau hanya sedikit.


Kemarin saya sempat mengikuti TPM (Tes Pendalaman Materi) pertama untuk persiapan UAN di sekolah saya. Padahal waktu itu baru saja pulang dari study tour dan badan saya tidak enak. Yah, sakit mendadak ketika perjalanan pulang dan ketika sampai di rumah rasa sakit itu semakin menjalar. Saya tidak sempat belajar dengan baik dan hanya memanfaatkan banyak waktu untuk istirahat.

Nah, dua hari setelahnya saya mengikuti TPM. Waktu itu pikiran saya benar-benar kacau, susah untuk mengerjakan soal-soal yang ada apalagi hari pertama adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Saya berusaha untuk mengerjakannya sebaik mungkin, saya tidak peduli bagaimana hasilnya nanti.

Ketika hari pengumuman TPM pertama tiba, sesuai dugaan saya bahwa peringkat saya turun. Hahh... tetapi nilai Bahasa Indonesia dan Inggris saya baik. Walau begitu tetap saja tak sebaik nilai saya yang biasanya. (TToTT)

Wali kelas dan guru saya yang lain tetap menyemangati saya. Mereka bilang saya harus bisa menaikkan kembali prestasi dan nilai-nilainya. Ini baru TPM pertama, masih ada TPM-TPM lain yang harus dihadapi. Satu hal saja yang kelihatannya jelek jangan sampai membuat kita putus asa. Masih ada kesempatan, kalau mau berusaha lebih keras lagi maka Insya Allah hasilnya akan lebih baik. Berikut ini adalah nasihat-nasihat dari guru yang saya ingat, hehehe....

Guru Bahasa Indonesia : Menurut saya, nilai seperti ini sudah cukup. Jika inilah yang memang bisa kamu dapatkan. Tapi, bukan berarti kita puas. Boleh kok kita bermimpi mendapatkan nilai bagus, tapi jangan terlalu berharap. Jika misalnya kau mendapat nilai 8,60 maka berpikirlah untuk menambahnya sedikit saja, tidak perlu terlalu tinggi. Misalnya, berusaha untuk mengubahnya menjadi 8,65 atau 8,70. Berusahalah sedikit demi sedikit, sebenarnya ikut les di luar sekolah itu tidak perlu karena les atau tambahan jam belajar di sekolah sudah cukup. Kamu butuh istirahat juga, tapi jika kamu merasa benar-benar sangat membutuhkan les ya silahkan saja. Jangan sampai membuatmu kecewa dengan hasilmu selanjutnya. Tetap semangat!!!

Guru IPS : Mendapat nilai jelek bukan berarti semua tamat. Belajar lebih tekun lagi adalah kuncinya. Kamu lihat saja, dia (salah satu teman seangkatan saya di sekolah) bisa meraih peringkat kedua di TPM pertama padahal ketika Ujian Semester 1 kemarin mendapat peringkat rendah. Kenapa dia bisa maju? Mungkin karena semangatnya untuk memperbaiki nilainya sangat tinggi, jadi kamu pun bisa.

Guru Bahasa Inggris : Bapak berharap kamu mendapat nilai maksimal diBahasa Inggris, tapi yah... Kamu tidak bisa mendapatkan nilai itu karena kurang teliti. Mengerjakan soal Bahasa Inggris tidak perlu dengan cara lama alias menerjemahkan. Bagaimana jika kamu tidak tahu artinya? Sulit bukan? Maka cukup dengan logika, cara-cara dan ketelitian. Kamu sebenarnya telah menguasai cara-cara itu tapi sayangnya... Kurang teliti. Ini bukan hanya untuk kamu tapi semua, janganlah kita merasa benar-benar bisa mengerjakannya ataupun merasa tidak bisa. Relax saja, belajar lagi ya... (Hehehehe)

Guru TIK : UAN itu tidak lama lagi, saatnya benar-benar bersungguh-sungguh dalam belajar. Jika lulus tetapi tidak mendapat nilai yg baik maka akan susah untuk mencari sekolah lanjutan. Makanya dari sekarang lebih meningkatkan semangat. Setidaknya NEM-mu nanti harus lebih tinggi beberapa angka dari NEM ketika SD. Jangan kecewakan orang tuamu. Mereka bersusah payah mencari nafkah untuk melihatmu berhasil. Coba pikirkan, apa yang bisa kamu lakukan untuk mereka?


Yaahhh... segitu dulu deh, saya harap apa yang saya tulis ini bisa memberi motivasi pada kalian terutama yang mau mengikuti UAN atau ujian seperti saya \(^o^ )/ Percayalah, kamu bisa mendapat hasil maksimal kalau mau belajar, berusaha, dan beribadah jangan lupa!

Satu lagi pesan dari Guru Pendidikan Agama Islam saya!

Kunci sukses :
T==> Try

E==> Error

T==> Try

E==> Error

S==> Success.

Yup, terus mencoba pasti awalnya gagal, coba lagi belajar dari pengalaman maka endingnya pasti SUKSES. Jangan lupa yah shalat dan sabar, Insya Allah bisa! (^w^ )/
 

Template by BloggerCandy.com